Kamis, 09 Desember 2021

[Experience] Taman Festival Bali

Source by Naomi's Galery

Pernah gak para pembaca sekalian berwisata ke tempat-tempat horror nan angker ? Yang aku maksud itu bukan wisata main kerumah hantu ato wahana serem. Tapi bener-bener main ke tempat yang angker. Contohnya bekas pabrik terbengkalai, bekas hotel yang terbengkalai, lokasi yang sering terjadi penampakan, rumah bekas pembunuhan, dan lain-lainnya. Aku mau berbagi cerita nih sama para pembaca sekalian tentang pengalaman aku yang "Main-Main" di salah satu tempat terkenal angker yang ada di Bali. Tepatnya berlokasi di daerah sanur. Apalagi kalo bukan "Taman Festival Bali". 


Source Google Maps

Taman Festival Bali berlokasi di sanur. Tepatnya di Jalan Padang Galak no 3 kesiman, Sanur. Lokasi nya sangat mudah ditemukan terutama di google maps. Dengan menggunakan kata kunci Taman Festival Bali. Cuma butuh waktu sekitar 30 menit dari Bandara Ngurah Rai. Perlu di ketahui tempat ini sangat berdekatan dengan pantai sanur. Jadi pada saat kita sampai di lokasi langsung disambut dengan pantai sanur. Lokasi di sekitar Taman Festival ngeri gak ? Hohoho.. tenang, kawasan sekitar taman festival rame kok. Udah banyak pedagang makanan-makanan warung dan jajanan-jajanan enak. 

Source by Naomi's Galery

Tampilan gerbang dari Taman Festival Bali bisa aku tunjukkan melalui foto diatas. Tapi klo di liat-liat itu lokasinya di pinggir jalan ya ? Iyap, lokasinya di pinggir jalan yang udah mentok. Kalau para pembaca pergi ke lokasi ini pasti langsung nemu. Karena lokasinya mentok banget dan udah gak ada jalan lagi. Karena Taman Festival ini besar dan luas jadi mudah juga ditemukan. Gak perlu masuk gang-gang sempit. Oiya, tempatnya menuju lokasinya dapat diakses oleh kendaraan roda 2 maupun roda 4 ya. 

Baru masuk udah disambut dengan tampilan gerbang yang sangat cantik. Berhiaskan patung yang mencirikhaskan Bali yang bernuansa modern yang menunjukkan bahwa tempat ini merupakan tempat yang sangat menyenangkan (pada masanya). Sebelum bisa masuk ke dalam, kita diharuskan membayar tiket masuk sebesar Rp.10.000/orang. Cukup mahal kah menurut kalian ? Tapi tenang saja uang yang para pengunjung bayarkan itu untuk biaya peneliharaan lokasi yang mana akan masuk ke dalam kas adat. Kalau para pembaca ingin mengunjungi lokasi ini aku sarankan untuk berkunjung pada senja hari. Mengapa ? Tentu saja agar suasana makin tambah mencekam. Karena di dalam sangat gelap dan sepi 👻. Sebenarnya kalau berkunjung pada siang hari tidak kalah menyeramkannya, hanya kurang menantang saja 😂. Satu lagi yang bikin tambah merinding. Aku sempat membaca berita bahwa di kawasan Taman Festival pernah ditemukan mayat seseorang yang diduga sebagai korban pembunuhan yang mana mayat korban dibuang disekitar kawasan Taman Festival. Makin ngeri gak tuh ? Oh iya, tadi aku menyebut kata "pemeliharaan" ya. Apanya sih yang dipelihara dari tempat serem kaya gitu ? Jadi gini pemeliharaan yang dimaksud adalah bahan membeli banten/sesajen yang memang sudah menjadi bagian dari budaya Bali, untuk memangkas semak-semak yang menutupi jalan yang memang sudah menjadi rute perjalanan untuk para pengunjung, untuk menggaji para masyarakat lokal yang bekerja mengurus Taman Festival ini, dan masih banyak lagi.

Oke sekarang aku bakalan cerita pengalaman aku pada saat menjelajahi tempat horor ini. Pada saat aku masuk, aku disambut dengan patung ciri khas bali seperti gambar yang udah aku cantumkan.
 
Source by Naomi's Galery

Aku melihat ke sekeliling. Aku yakin dulunya ini tempat yang sangat menyenangkan. Tempat ini dibiarkan terbengkalai begitu saja oleh pemiliknya tidak ada kerusakan yang terjadi. Lantai keramik yang menyambut ku masuk juga masih tampak indah dilihat, hanya saja sudah tak terawat dan di sekelilingnya telah ditumbuhi semak-semak belukar yang tinggi. Aku pergi ke lokasi ini pada saat sore hari. Aku tidak punya nyali untuk datang di malam hari. Aku datang bersama 2 orang temanku yang notabene mereka bukan berasal dari Bali. Aku senang mereka merasa antusias ketika aku mengajak mereka untuk mengunjungi tempat ini. Dan ya... Jumlah kita GANJIL. Awalnya baik-baik saja. Tidak ada hal yang terjadi. Kami menikmatinya sambil membahas kira-kira bagaimana dulunya tempat ini dan mengapa dibiarkan terbengkalai begitu saja. 

Source by Naomi's Galery

Selama kami berjalan-jalan sembari menikmati suasana yang belum terasa apa-apa. Aku liat ada pohon beringin besar banget. Disitu juga ada pelinggih (sebutan untuk meletakkan banten/sesajen suci yang dianggap suci/keramat bagi umat Hindu di Bali). Dan di sekitarnya terdapat 2 bangunan yang masih berdiri kokoh yang kosong namun terdapat banyak coretan mural dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. 
Source by Naomi's Galery

Ketika aku memasuki bangunan-bangunan tersebut, seketika hawa menjadi dingin dan angin menjadi kencang. Padahal sebelumnya tidak ada angin yang berhembus. Tiba-tiba saja aku mulai merinding. Aku bersama kedua temanku merasa bahwa ada sesuatu yang tinggi sedang memperhatikan kami. Salah satu temanku merasa penasaran dan ingin melihat-lihat lebih jauh. Hanya saja aku mencoba untuk mengurungkan niatnya. Karena aku merasa ada hal yang tidak patut kita dekati dan datangi. Aku tidak tau, bangunan kosong tersebut dulunya digunakan sebagai apa. Dan aku kembali melihat 2 pohon beringin itu. Aku merasa tidak enak. Lalu aku dan kedua temanku melanjutkan perjalanan sambil membayangkan betapa gelapnya jika malam hari.

Selama berjalan-jalan kedua temanku masih melakukan foto ria untuk di posting di sosial media. Aku sibuk mencari informasi mengenai Taman Festival (di Google) dan detail dari setiap bangunan-bangunan yang ada di tempat ini. Aku rasa aku perlu tau lebih jauh tentang tempat ini agar tidak sekedar buta tempat. Sambil berjalan mengikuti rute setapak dan rindangnya tanaman-tanaman liar yang tinggi. Menambah suasana makin mencekam. Aku tak henti-hentinya merasa sedikit takut dalam menyusuri setiap jalannya. Sambil membaca beberapa artikel di Google mengenai tempat ini, aku sampai di sebuah tempat yang dulunya digunakan untuk mempertontonkan buaya (iyap Buaya) kepada para pengunjung di kala waktu itu. 
Source by Naomi's Galery

Tempatnya masih bagus. Dapat dilihat dari foto diatas. Aku sempat berfikir "apakah buaya nya sudah dipindahkan ? Akan sangat merepotkan bila masih ada dan hidup liar disini". Aku menyampaikan informasi yang aku dapat kepada kedua temanku. Mereka terheran-heran dan berkata kepadaku "mungkin sekarang yang ada disana hanya siluman buaya". Aku langsung menghentikan perkataan temanku yang mulai nyeleneh dan tidak sopan. Aku sangat takut bila terjadi hal-hal aneh akibat dari perkataan yang tidak sopan (seperti di film-film). Aku pun sempat foto-foto karena tempat itu merupakan spot foto yang bagus. Lagi-lagi aku merasa merinding. Walaupun aku tidak sendiri tapi lagi-lagi aku merasa kalau kita tidak sedang bertiga. Aku memberanikan diri. Kedua temanku merasa baik-baik saja seperti tidak ada rasa ketakukan sedikitpun. Namun aku tak mengerti mengapa hanya aku yang merasa takut. Mengapa di saat ini aku menjadi sensitif. Aku memang orang yang sedikit sensitif ketika ada di tempat angker. Selama aku menyusuri jalan setapak aku ngobrol dengan kedua temanku. Obrolan biasa tidak ada yang spesial. Sampai akhirnya kita berada di jalan yang mana terdapat banyak pohon tinggi dan sangat lembab basah. Perasaanku tidak enak. Jalanan itu gelap. Sinar matahari tak dapat masuk. Aku merasa ngeri tapi aku penasaran terhadap apa saja yang ada di tempat ini. Kedua temanku pun merasakan hal yang sama. Tampak aneh. Aku khawatir bahwa kita akan tersesat di dimensi lain. Namun rasanya tidak mungkin untuk kembali. Akhirnya kita menyusuri jalan gelap itu. Dan benar saja seluruh badanku merinding. Aku tak brani melihat ke sekitar. Aku benar-benar tidak menikmati perjalanan menyusurinya. Aku takut. Aku tak brani melihat kebelakang bahkan ke bawah sekalipun. Dalam hati aku baca doa. Aku yakin sesuatu yang "lain" itu pasti sedang memperhatikan atau mungkin mengikuti kita tanpa disadari. Kita tak brani berbicara. Hanya berbicara sekedarnya saja untuk memecah keheningan sambil berharap kita akan menemukan ujung dari jalan ini. Suara kresek-kresek yang ada aku positifkan kalau itu hanya sekedar tupai atau burung. Karena aku banyak sekali menemukan tupai di dahan-dahan pohon. Membuktikan bahwa tempat ini asri. Aku bingung menggambarkan betapa mencekamnya suasana pada saat itu. Pada akhirnya aku menemukan jalan keluarnya. Tanpa sadar aku berlari kecil menuju jalan itu. Yang mana aku bisa melihat sedikit sinar matahari yang mana di hari itu sudah hampir redup. Kami merasa sangat lega pada akhirnya.

Selanjutnya aku menemukan sebuah tempat bekas pertunjukan show untuk binatang. Mengapa aku tau, karena aku membacanya di internet 😂. Tempatnya begitu lembab. Selama aku berada disana aku menelisik seluruh tempat sejauh mataku bisa memandang. Entah mengapa aku menaruh curiga pada tempat show itu. Karena sangat tidak mirip untuk tempat pertunjukan atau memang perubahan akibat terbengkalai inilah yang membuat tempat pertunjukan ini menjadi berbeda. Atau aku yang salah. Aku tidak mengerti. Aku sempat berdiskusi dengan temanku. Mreka berpendapat jika mungkin dulu ini tempat untuk kuda nil, gajah, atau buaya (mungkin). Tak paham. Di internet pun tidak dijelaskan secara pasti. Aku melanjutkan perjalananku dan bertemu sebuah jalan yang sangat bagus untuk berfoto.
Source by Naomi's Galery

Bagus bukan. Aku rasa bagus ketika kita bisa menemukan posisi foto yang tepat. Aku penasaran dengan apa yang ada di ujung jalannya. Dan yang aku temui adalah 
Source by Naomi's Galery

Iyappp.... Gedung bekas Bioskop 👏🏻. Ini dia gedung yang paling mencekam dari semua bangunan-bangunan yang ada di Taman Festival Bali. Pada awalnya aku merasa biasa saja. Sampai aku mengajak kedua temanku untuk masuk. Dan aku merasa akan sangat seru. Karena aku yakin di dalam pasti sangat gelap. Dan kita hanya bertiga 😂. Dan benar saja ternyata sangat gelap. Kami bertiga sangat antusias. Kami berlagak seperti para youtuber hantu yang sedang melakukan penelusuran. Aku menggunakan senter di handphone ku sebagai penerang. Karena di dalam sangat gelap. Aku benar-benar membayangkan bagaimana jika aku benar-benar melakukan ini di malam hari. Pasti sangat seru. Tapi jika dilihat dari tadi aku yang ketakutan sendiri 😂. Anehnya aku tidak merasa ketakutan sama sekali. Sampai aku benar-benar sangat penasaran untuk masuk ke ruang bioskop yang mana digunakan untuk tempat memutar film. Aku membayangkan bagaimana tempat ini beroperasi di masa itu dan film apa yang kira-kira di putar. Film Marvel ? Film Suzana si ratu horor ? Atau Film Sun Go Kong ? 

Sialnya aku adalah pada saat hampir memasuki gedungnya, aku tak sengaja melihat mahkluk yang sangat jangkung. Tinggi sekali. Kurus, lengan dan kakinya sangat panjang. Aku tidak melihat wajahnya. Warnanya hitam seperti bayangan. Dan kesalnya. Mahkluk itu seperti berjalan menghampiriku. Oh aku sangat merinding. Aku sempat menelisik sebenarnya apa itu. Apakah itu bayanganku atau bukan. Aku yakin itu bukan bayangan teman-temanku karena aku pergi menjelajah sendiri sedangkan kedua temanku berada di ruangan lain yang masih satu gedung denganku. Ketika aku yakin itu bukan bayanganku, aku berteriak sambil berlari memanggil nama teman-temanku. Aku sangat ketakutan hingga saat ini. Begitu aku mengingat kejadian itu aku masih takut. Bahkan aku menuliskan postingan ini pun aku merinding. Sontak teman-temanku berlari menghampiriku. Aku merasa di ikuti. Aku merasa masih bisa melihatnya di ujung mataku. Aku memohon untuk keluar dari gedung ini. Dan temanku meng-iyakan. Aku sungguh shock dan tak bersuara. Aku diam seribu bahasa. Aku ditenangkan. Kemudian aku menceritakan kepada temanku. Mereka sedikit terkejut dan tak percaya. Tapi itulah yang terjadi. Setelah dirasa tenang kami melanjutkan perjalan kami. Tapi aku masih tetap merasa bahwa mahkluk itu masih memperhatikan kami ketika pergi dari gedung itu. Oh Tuhan aku sangat ketakutan saat itu. 

Bangunan yang aku rasa terakhir adalah sebuah gedung untuk pementasan baik itu konser ato pementasan kesenian. 
Source by Naomi's Galery

Aku terpesona dengan arsitektur bangunannya. Sangat indah dan instagramable. Aku samar-samar mendengar suara deburan ombak hingga aku sadari bahwa di belakang bangunan ini adalah pantai. Aku yakin di bangunan ini banyak pengunjung yang foto, latar belakang music video, dan lain-lain. Karena tertulis di internet bahwa bangunan inilah yang menjadi iconic dari Taman Festival ini. 
Source by Naomi's Galery

Aku pun berfoto di bangunan ini. Setelah berfoto. Entah mengapa aku ingin melihat ke sebuah ruangan kosong di dekat aku berfoto. Pada saat aku berusaha mendekat, di ujung mataku aku melihat ada hantu bungkus yang sedang berdiri memperhatikanku. Tak pikir panjang aku langsung ambil langkah seribu mendekati teman-temanku yang berada di depan pintu masuk gedung pertunjukan itu. Mereka bingung kenapa aku terlihat sangat pucat dari sebelumnya. Tapi aku tak menggubris mereka dan segera pergi.

Seperti yang aku katakan tadi. Aku pikir ini adalah bangunan terakhir. Tetapi ada 1 bangunan lagi yang tersisa. Dan aku rasa bangunan itu adalah sebuah penginapan kecil karena terdapat banyak ruang yang sepertinya dulu adalah sebuah kamar.  Tempatnya tak jauh dari bangunan iconic yang menghadap ke arah jalan. Dari situ pula aku tau klo kita udah ada di pintu masuk Taman Festival. Aku menyusuri singkat bangunan itu karena sudah tak tahan mau keluar dari tempat ini 😂. Lagi-lagi.... Ketika aku menyusuri bangunan itu. Aku mencium bau melati. Sangat menyengat hidung. Anehnya kedua temanku tidak mencium wangi apa-apa. Disitu aku mulai ketakutan. Dan benar saja. Di tangga menuju lantai 1 aku melihat seorang perempuan berambut panjang dan berbaju putih yang tak usah aku sebut itu apa karena aku tau teman-teman pembaca pasti tau itu apa 😂. Aku melihat dia bertubuh tidak pendek dan tidak tinggi. Dia terlihat tembus pandang. Dia tersenyum kepadaku seolah-olah mengatakan "hei, kau melihatku". Oh kali ini aku tak mampu bersuara dan bergerak. Aku takut. Dia hanya diam dan tersenyum menyeringai kepadaku. Aku keringat dingin. Sampai salah satu temanku menepuk bahu ku dan berkata "yuk udahan. Gak ada apa. Udah gelap juga". Seketika aku terhenyak dan tidak melihat perempuan itu lagi. Tanpa bersuara aku mengikuti ajakan temanku. Aku masih diam seribu bahasa. Hingga saat kita keluar dari kawasan itu, kita duduk di mobil dan saling bertukar cerita. Aku menceritakan semuanya. Mengapa aku terdiam, sangat hati-hati, dan ketakutan. Rupanya salah satu temanku merasakan hal yang sama, tpi cuma merinding saja dan merasa ada yang tidak beres. Sedangkan temanku yg satu lagi tidak merasa apa-apa padahal dia sangat ingin merasakan hal-hal ganjil. Rupanya hanya aku saja yang melihat hal-hal ekstrim disini. Sialnya aku 🙄. 

Seperti itulah pengalamanku yang cukup horror selama aku pergi mengunjungi tempat-tempat wisata. Tapi kali ini horror. Oh aku tak ingin mengulanginya lagi. Maaf ya untuk para pembaca jika ada kesalahan dalam penulisan dan informasi mengenai tulisan tentang Taman Festival Bali ini. Oiya, sekedar mengingatkan bahwa aku hanya berwisata di tempat ini. Aku mohon untuk tidak melakukan hal-hal aneh di tempat ini atau mencemari destinasi wisata ini. Mari saling menghormati dan menjaga. Sekian kisah perjalanan ini. Untuk pembaca yang sudah pernah mengunjungi tempat ini, aku mau tau kesan-kesannya bagaimana selama disana di kolom komentar. Kalau temen-temen mau keep in touch sama aku boleh follow Instagram aku @thisvivi_
Sampai Ketemu di Konten Selanjutnya 👋🏻










Minggu, 05 Desember 2021

[Book Review] Working Women by Ita Sembiring. Ku Kira di Negeri Orang Lebih Baik

Source Google Image

Apa sih yang akan timbul dikepala para pembaca sekalian ketika mendengar kata "Buruh Pabrik" ? Pastinya lekat dengat situasi kemiskinan, upah yang kecil, demo memperjuangkan nasib, ketidak adilan, atau bahkan kesewenang-wenangan. Ditambah dengan kasus Marsinah waktu itu, yang mana ingin memperjuangkan nasib para buruh eh malah berujung kepada kematian. Pokoknya kalau sudah "Buruh" pasti jauh dari cerita bahagia dan sering dikaitkan dengan KASTA rendah. Wah... Menurutku itu sebuah kengerian bagi aku. Namun hal ini berbeda dengan Cinder Sisada. Seorang wanita asal Indonesia yang menikah dengan pria campuran Batak-Italia yang bernama Kaliaga Baliardo. Cinder yang merupakan seorang tokoh utama dari buku karya Ita Sembiring yang berjudul "Working Women". Apakah ini kisah romantis ? Oh tentu saja tidak. Bagi ku buku ini seperti sebuah buku biografi yang mengisahkan kisah seseorang dari Indonesia yang tinggal di Belanda (untuk ikut suami) yang kemudian bekerja sebagai buruh pabrik di negri Kincir Angin tersebut. 

Sebelum membahas isi buku, aku akan menjabarkan identitas dari bukunya :
Penulis : Ita Sembiring
Penerbit : Shuhuf Media Insani
No ISBN : 978-602-9831-67-2
13 x 20,5 cm + 276 halaman
Cetakan I, November 2012

Seperti yang aku bilang kalau buku ini mengisahkan kehidupan seorang Cinder Sisada yang pindah tinggal dari Indonesia ke Belanda untuk mengikuti suami yang walaupun berdarah Batak-Italia. Namun memiliki kewarganegaraan Belanda. Cinder dikisahkan dalam buku ini adalah seorang wanita Indonesia yang sangat terobsesi dengan sebuah negara Italia termasuk kisah-kisah menarik di dalamnya (salah satu contohnya ialah kisah seorang Mafia), pintar, bersikap tenang, keras, dan sabar. Sebenarnya Cinder sangat enggan pindah ke Belanda karena merasa lebih nyaman tinggal di tanah air ketimbang di negeri orang, apalagi negeri itu pernah menjajah Indonesia selama 350 tahun. Cinder yang merupakan lulusan dari Universitas Indonesia yang notabene adalah universitas tersohor di Indonesia, harus bekerja sebagai buruh pabrik alat tulis di Belanda. Hal ini dilakukan Cinder hanya semata-mata untuk mengisi kekosongan dan mencoba berbaur dengan kehidupan yang ada di Belanda. Cinder tinggal bersama Kaliaga di sebuah kota kecil bernama Zundert. Kota tersebut cukup terkenal karena merupakan kota sebagai penghasil Bunga Dahlia terbesar serta kota kelahiran dari seorang seniman terkenal bernama Vincent Van Gogh. 
Zundert, Belanda
Source Google Image

Perlu diketahui bahwa selama perjalanan aku membaca buku ini. Hal yang sangat mengagetkanku adalah "Buruh Pabrik" di Belanda sangat jauh dari kata miskin, kotor, bau, kasta rendah, upah yang sangat minim. Di Belanda kehidupan para buruh sekalipun dapat dikatakan sejahtera. Tempat bekerjanya pun sangat jauh dari kata kotor dan tidak layak. Pabrik di Belanda sangat bersih, dilengkapi musik, dan tidak berisik. Tugasnya pun hanya mengerjakan hal-hal sesuai dengan Job desk. Berbeda dengan Indonesia yang harus serba multitasking. Bahkan di perkantoran pun. Pekerjaan yang notabene bukan merupakan tanggung jawabnya pun kadang harus bisa dikerjakan. Berbeda dengan Belanda. Para pekerja hanya mengerjakan pekerjaan yang memang sudah menjadi tanggung jawabnya. Hal itu dikarenakan karena sikap orang Belanda yang disiplin dan mengerjakan sesuatu yang memang sudah menjadi ranahnya alias tidak suka ikut campur dengan pekerjaan orang lain. Perlu di ketahui dari buku yang aku baca ini bahwa pemerintah Belanda sangat menjunjung nilai tinggi sosial mereka. Namun ternyata hal ini menjadi bumerang untuk Belanda sendiri. Seperti yang dijelaskan dalam bukunya bahwa di Belanda memiliki banyak pendatang dari negara lain. Sehingga dapat dijelaskan bahwa begitu banyak keanekaragaman yang terdapat di Belanda. Mereka terbuka dengan bangsa-bangsa lain yang datang ke negeri mereka. Pemerintah pun melarang hal yang namanya "Diskriminasi Ras". Sayangnya hal inilah yang digunakan oleh para pendatang dari berbagai bangsa (walau tidak semuanya) bersikap seenaknya dan tidak mematuhi peraturan tidak tertulis maupun tertulis yang memang diterapkan di Belanda. Jika ada para pendatang yang berbuat onar atau melanggar peraturan yang notabene mereka yang benar-benar salah. Mereka bisa saja bersikap seolah-olah orang-orang Belanda mendiskriminasi mereka dikarenakan mereka adalah seorang pendatang. Hal ini memang membuat masyarakat asli Belanda sendiri geram dengan hal ini. Namun mereka lebih memilih diam karena tidak ingin di cap sebagai seseorang yang diskriminatif terhadap ras. Maksud dari pemerintah Belanda sendiri sangat baik supaya tidak saling membeda-bedakan suku dan bangsa tapi malah menjadi senjata makan tuan. Jadi banyak orang Belanda yang hanya bisa menelan ludah ketika para pendatang berbuat seenaknya di negeri mereka. Belanda memiliki regulasi yang sangat baik untuk masyarakatnya. Para pekerja sangat diperhatikan sehingga kehidupan para pekerja (hingga buruh sekalipun) hidupnya sangat sejahtera. Tak tanggung-tanggung untuk para pendatang yang tidak bisa berbahasa Belanda, pemerintah akan memberikan kursus berbahasa Belanda secara gratis. Kebanyakan para pendatang yang memang mengadu nasib di Belanda menginginkan hidup yang lebih baik dari daerah tempat mereka berasal. Namun tidak semua pendatang memiliki sikap dan karakter yang baik bukan ?
Source by Naomi's Galery

Kembali lagi ke kehidupan buruh pabrik. Dari kisah Cinder yang bekerja di buruh pabrik hingga bersahabat dengan seorang gadis Italia yang bernama Eleanor Sisilia. Eleanor Sisilia merupakan gadis yang berwatak pendiam, suka belajar, berperawakan lemah lembut, dan suka bercanda. Bekerja sebagai buruh pabrik di Belanda merupakan hal yang biasa, Kebanyakan yang bekerja di buruh pabrik hanya semata-mata untuk mengisi kekosongan waktu, mencari uang tambahan/sampingan, atau memang menjadi sebuah mata pencaharian tetap. Dalam sebuah kisahnya banyak buruh pabrik di Belanda yang jauh dari kata kotor dan kasta rendah. Dikarenakan para pekerjanya yang notabene adalah orang mampu. Berangkat kerja dengan menggunakan mobil mercedes dan mobil-mobil mewah terbaru lainnya, berpakaian necis nan modis, menggunakan parfum-parfum brand mahal, mengambil cuti untuk berliburan keliling Eropa, dan masih banyak lagi yang jauh dari kata "Kasta Rendah". Seperti yang aku jelaskan tadi bahwa kebanyakan mereka bekerja hanya untuk mencari uang tambahan, mengisi kekosongan, atau memang menjadi mata pencaharian mereka. 
Source by Naomi's Galery

Selama Cinder bekerja sebagai buruh pabrik alat tulis di Belanda. Cinder bersahabat dengan Eleanor. Mereka sepakat untuk menuliskan gosip-gosip atau hal-hal yang terjadi kepada buruh pabrik yang lainnya ke dalam sebuah buku berwarna biru yang di dinamakannya CABUL (Catatan Buruh Lepas). Buku Working Women ini lebih banyak menceritakan kisah Cinder dan Eleanor yang bekerja di pabrik alat tulis dengan segudang permasalahan dan lika-liku selama bekerja di pabrik. Dikisahkan banyak para buruh yang kebanyakan pendatang dari luar Belanda yang mengisahkan betapa menyebalkannya para buruh-buruh yang bekerja bersama Cinder dan Eleanor di pabrik tak terkecuali juga orang Belanda itu sendiri. Banyak persaingan di dalamnya, saling menjatuhkan, mengutil, hingga menjilat atasan agar diberi perpanjangan kontrak. Di Indonesia para pekerja buruh menjilat agar di naikkan upahnya. Berbeda di Belanda, mereka menjilat agar mau diperpanjang kontrak kerjanya. Mengapa demikian ? Bekerja di pabrik merupakan pekerjaan yang paling mudah bisa dikatakan karena hanya menggunakan otot saja. Tidak perlu susah-susah menyusun laporan, presentasi, hingga bekerja lembur. Cukup bekerja sesuai dengan job desk dan jam kerja. Ketika waktunya pulang ya pulang. Sangat mudah bukan ? Namun Cinder dan Eleanor sangat tidak suka dengan sikap dan karakter para pekerja buruh yang ada di pabrik tempat mereka bekerja (bahkan yang dari Indonesia sekalipun). Mereka saling menggosipkan satu sama lain, cari muka dengan para buruh tetap dan atasan, saling menjelekkan satu sama lain, mengutil barang-barang pabrik, mencuri produk-produk pabrik, korupsi waktu, dan hal-hal konyol lainnya yang tidak masuk di akal. Sangat-sangat dibutuhkan kesabaran emosional yang sangat besar jika bekerja di pabrik. Terdapat pula hal-hal yang tak terduga yang terjadi di pabrik tempat Cinder dan Eleanor bekerja. Yang aku suka adalah tertangkap basahnya para pekerja buruh yang sudah bersikap sok tau, songong dan menyebalkan. Rasanya sangat puas ketika mereka tertangkap basah. Tentunya bukan hanya itu saja yang terjadi di pabrik alat tulis itu 😂. Namun akhir dari kisah ini sangat mengharukan yang mana mengharuskan Cinder dan Eleanor tersebut harus berpisah. Padahal mereka telah menjalin persahabatan yang begitu erat. Setelah membaca buku Working Woman ini, akhirnya aku paham apa maksud dari judul buku ini sendiri yaitu "Working Woman". 

Begitulah kisah negeri kincir angin yang notabene pernah menjajah negara kita tercinta. Aku sempat mengira bahwa negeri asing lebih baik daripada negeri kita tercinta ini. Namun setelah aku membacanya, aku rasa aku akan menarik kata-kataku kembali. Karena balik lagi, ada sisi positif dan negatifnya dari sesuatu. Buku ini menambah wawasanku terhadap sesuatu yang tidak aku ketahui sebelumnya. Dan aku sangat suka belajar atau mengetahui hal-hal baru. Terima Kasih untuk Ita Sembiring dan penerbit yang sudah menulis dan merilis buku ini. Aku sangat senang karena mendapatkan informasi baru yang belum aku ketahui sebelumnya. Dan membuatku ingin membuka mataku lebih lebar lagi tentang hal-hal apa saja tentang dunia ini yang belum aku ketahui dan tidak diajarkan saat di bangku sekolah dulu. Aku memberi rating buku ini 8/10. Mengapa ? karena buku ini sangat menarik. Ditambah dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti, bacaan yang menggambarkan sisi lain dari indahnya negeri Belanda, serta cocok dibaca untuk semua kalangan. Aku harap pembaca sekalian membaca buku yang sangat menarik dan penuh intrik ini. 

Disclaimer ya : Buku ini dan tulisan ini tidak bermaksud untuk menjelekkan seseorang atau suatu pihak ya, karena buku ini pure hanya mengisahkan sebuah kisah yang ada dan terjadi di Belanda. Serta tulisan ini hanya sekedar untuk me-review buku yang telah aku baca dan bagaimana kesanku terhadap buku ini. 

Sekian review buku kali ini. Aku harap bagi para pembaca agar meningkatkan minat baca baik untuk anda ataupun orang-orang terdekat anda. Jangan lupa untuk selalu membeli buku ORIGINAL untuk terus mensupport para penulis kesayangan kita untuk terus berkarya. Kalau temen-temen mau keep in touch sama aku boleh follow Instagram aku @thisvivi_
Sampai Ketemu di Konten Selanjutnya 👋🏻



 

Senin, 29 November 2021

[Book Review] Baca Buku Ini Saat Engkau Patah Hati by Akata. Kau Itu Cinta Atau Hanya ....

Source : @tawaubookshop (instagram)

Holaaa.... Kembali lagi kita akan me-review buku. Setelah beberapa topik belakangan ini aku me-review produk. Sekarang aku akan me-review sebuah buku yang menurut aku sangat menarik. Mengapa menarik ? Semenjak aku membaca buku ini, pandangan aku terhadap sesuatu yang bernama "CINTA" menjadi berubah. Aku jadi sadar akan sesuatu dan mengevaluasi diri aku. Yap.. Kalian tidak salah baca. Yang mau aku bahas itu tentang "CINTA". Yang mana kebanyakan orang menganggap ini adalah sesuatu yang merepotkan. Gak salah sih mereka mempunyai sebuah pandangan demikian. Mungkin mereka memiliki sebuah pengalaman yang buruk dalam hal cinta, yang membuat mereka tidak ingin bermasalah dengan hal itu lagi. Buku yang mau aku review ini ada sangkut pautnya dengan patah hati. Yeah.. Patah Hati. Buat yang lagi patah hati, aku rasa bakalan cocok untuk membaca buku yang satu ini. Karena dalam buku ini mengajarkan kita banyak hal. Terutama mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain. 

Oke, judul bukunya "Baca Buku Ini Saat Engkau Patah Hati" karya Akata. Dari judulnya udah membuat kita skeptis, apakah buku ini membantu atau tidak khususnya untuk yang lagi galau/patah hati. Awalnya aku mengira buku ini terkesan menjadi sebuah buku tutorial bagaimana caranya move on atau sekedar buku yang berisi tentang penyemangat saja. Yang mana aku bisa baca di quotes-qoutes Pinterest. Namun nyatanya aku salah. 

Source by Naomi's Galery

Dilihat dari covernya sangat menarik. Dengan warna putih dengan tulisan kecil dibawah judulnya "Sesungguhnya Berpura-pura Tegar Itu Menyakitkan". Dari segi covernya yang berupa softcover yang didominasi oleh warna putih, membuat kesan seperti putih nan polos yang cocok dengan suasana dari judulnya. Ditambah dengan ilustrasi seorang wanita yang sedang membawa beberapa tangkai bunga. Dari covernya membawa kesan yang putih bersih yang mana siap untuk healling diri yang sedang merasa hancur hatinya. Selain itu, covernya menurut aku memberikan kesan teduh kepada para pembacanya. Ditambah lagi ketika kita sudah membaca isi dari bukunya. 

Source by Naomi's Galery

Dari sinopsisnya bertuliskan :
"Membicarakan cinta, tak akan pernah ada habisnya. Cinta selalu hadir sebagai pemanis cerita dalam setiap kisah hidup manusia. Tapi sebenarnya, apa itu cinta ?"

***
 "Cinta banyak diungkapkan namun sedikit yang memikirkannya. Banyak yang memiliki, namun sedikit yang memberi arti. Beberapa orang yang lebih memilih membicarakan cinta, dialog mereka bisa sampai ke akar-akarnya meski cinta tidak pernah selesai hanya dengan kata-kata. Dan sebagian lain lebih memilih membiarkan cinta hadir apa adanya tanpa perlu tahu dan ingin tahu apa makna yang ada di dalamnya. Sebagian orang mengikutsertakan logika ke dalam cinta mereka, dan sebagian lagi membiarkan cinta lebur dalam jiwanya.
Kalau kamu tim mana ?"

Cinta dan patah hati adalah dua hal yang tak terpisahkan, selalu hadir sepaket. Kalau kamu memutuskan memilih salah satu, maka kamu juga harus siap dengan kehadiran yang lain. Keduanya jika dituliskan, akan menghasilkan subbab-subbab: cinta dan luka, cinta dan ekspektasi, cinta dan pengkhianatan, cinta dan memaafkan; tak akan ada habisnya. 
Apakah kamu sedang mengalami salah satunya ?" 

Buku karangan Akata ini terdiri dari 296 halaman dengan nomor ISBN : 978-623-244-063-0. Buku ini diterbitkan oleh Psikologi Corner. Buku ini termasuk kategori Self Improvement. Harga bukunya menurut aku, jika dicompare dengan isinya dan segi kualitas bukunya. Dapat aku kategorikan cukup murah. Ramah dikantong. Harga dari bukunya adalah Rp. 55.500. Menurut aku, dengan harga segitu aku sudah dapet banyak benefit dari bukunya. Aku juga tidak mempermasalahkan harganya. Karena cukup murah bagiku dengan isi dan kualitas dari bukunya. 

Kalau bisa aku simpulkan ya.. Buku karya Akata ini berisi tentang pengalaman-pengalaman, pengamatan, dan kumpulan kisah-kisah nyata yang diumpamakan sebagai contoh dari sesuatu hal yang ingin dijelaskan atau disampaikan kepada para pembaca. Contoh dari kasus-kasus yang digunakan oleh Akata merupakan contoh kasus yang sangat relevan di kehidupan saat ini. Mulai dari pengkhianatan, hubungan yang toxic, perselingkuhan, dan masih banyak lainnya. Tentu saja buku ini mengajarkan kita untuk mengetahui secara pasti apa yang sebenarnya disebut dengan cinta dan bagaimana cara mengatasi patah hatinya dengan cara yang benar (alias tidak toxic, seperti yang dijabarkan oleh Akata di dalam bukuya). Aku mengatakan mengapa relevan, karena dari pengamatan yang aku lihat dari teman-teman aku dan lingkungan pergaulan aku. Aku menemukan suatu kemiripan dari segi kasus. Makanya dapat aku katakan bahwa yang dijabarkan oleh Akata termasuk relevan jika dicompare dengan kasus-kasus yang terjadi dilapangan. Penulisan, pembawaan, dan tutur bahasa yang digunakan sangat mudah dipahami oleh semua orang. Buku ini termasuk buku dengan pembahasan yang ringan namun memiliki isi yang memiliki makna. Pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh penulis (menurut aku) sangat mengetuk pintu hati yang membuat aku mengevaluasi diri sendiri tentang hal rumit yang bernama cinta. 

Dalam bukunya dijelaskan secara rinci mulai dari "Apa itu cinta, mengapa seseorang bisa jatuh cinta, ekspektasi terhadap cinta dan pasangan, macam-macam cinta, tentang porsi cinta, apakah pasangan dapat menjamin kebahagiaan, ketika ekspektasi tidak sesuai dengan realita, tidak direstui orang tua, apakah harus selalu bermuara ke pernikahan, perselingkuhan, ketika pasangan tidak memenuhi ekspektasi, ketika cinta tidak seindah seperti yang dibayangkan, patah hati, bagaimana cara bertahan dengan patah hati yang dialami, jangan pernah takut kehilangan, jangan pernah takut sendiri, memaafkan diri, tidak ada sesuatu hal yang sia-sia, dan masih banyak lagi". Seperti yang telah dijabarkan oleh daftar isi nya 

Source by Naomi's Galery

Source by Naomi's Galery

Source by Naomi's Galery

Kalo kita membeli bukunya, kita akan mendapat sebuah pembatas buku, yang mana sudah pasti akan sangat membantu untuk menandai halaman mana yang akan kita baca selanjutnya. 
Source by Naomi's Galery

Kualitas kertas pembatas bukunya sama dengan jenis kertas dari cover bukunya. Seperti digambar pembatas bukunya terdapat judul dari bukunya juga.
Source by Naomi's Galery

Bukan spoiler. Ini adalah salah satu contoh tampilan isi bukunya. Pembawaan Akata dalam menuliskan bukunya tidak hanya semata-mata seperti buku biasa yang hanya terdapat tulisan disetiap halamannya. Namun, disetiap halamannya selalu diselipkan sebuah ilustrasi seperti bunga, garis-garis, pohon kering yang mana sangat menggambarkan suatu kesedihan dari hati yang sedang sedih. Gambar-gambar tersebut seakan menjadi sebuah hiasan agar para pembaca tidak hanya melihat tulisan saja. Karena pembawaan dari bukunya santai, gambar-gambar tersebut terkesan memberi suatu hiburan tersendiri bagi para pembaca. Ditambah topik yang dibicarakan merupakan topik tentang kesedihan dan bagaimana caranya untuk bangkit. Jadi bisa aku bilang gambaran-gambaran itu memberi kesan hiasan namun sesuai dengan topik yang dibahas yang terkesan menghibur hati. Seolah-olah selaras dengan perasaan yang terdapat di setiap paragrafnya. 
Source by Naomi's Galery

Jenis kertas yang digunakan juga termasuk jenis kualitas yang bagus. Seperti buku pada umumnya, kertas berwarna coklat, kualitas dari tinta cetaknya juga bagus. Di buku ini juga membedah jenis-jenis cinta yang tentu saja sangat menarik untuk diketahui. Terutama untuk para wanita yang selalu bersembunyi di balik wajah polosnya, atau mungkin memang benar-benar polos. Pada awalnya aku sangat meremehkan buku ini. Mengingat isinya tentang cinta dan patah hati, yang mana menurut aku itu adalah hal yang sangat berlebihan untuk dibahas. Sempat aku berfikir "apakah ada yang membeli buku seperti ini ? Kalau ada, yang seperti apa mereka ?". Tapi aku tetap membelinya juga 😂. Ketika aku mulai membaca. Aku pelan-pelan mulai paham sesuatu yang aku anggap berlebihan itu menjadi sebuah pengetahuan baru untukku. Aku benar-benar tidak bisa "MENILAI BUKU DARI COVERNYA". Aku sangat menyukainya. Dari segi pembahasan dan fakta-fakta yang di paparkan. Serasa tertampar. Mengapa demikian ? Aku jadi bisa berfikir semakin logis tentang "CINTA" yang selama ini aku bilang TAK ADA LOGIKA 😂. Aku mendapatkan sebuah pembelajaran baru. Dan aku berterimakasih kepada penerbit dan penulis Akata karena sudah membuat dan menulis buku "Baca Buku Ini Saat Engkau Patah Hati". Untuk rating yang akan aku kasi untuk bukunya itu 8/10. Mengapa ? Karena sangat membantu para pembaca mengenai bagaimana itu cinta yang sesungguhnya. 

Sekian review buku kali ini. Aku harap bagi para pembaca agar meningkatkan minat baca baik untuk anda ataupun orang-orang terdekat anda. Jangan lupa untuk selalu membeli buku ORIGINAL untuk terus mensupport para penulis kesayangan kita untuk terus berkarya. Kalau temen-temen mau keep in touch sama aku boleh follow Instagram aku @thisvivi_
Sampai Ketemu di Konten Selanjutnya 👋🏻














Senin, 20 September 2021

[Book Review] Baca Buku Ini Saat Engkau Lelah By Munita Yeni. Diri Sendiri VS Something That Drive You Crazy

Source : @tawaubookshop (instagram)

Haiii temen-temen... Gimana kabarnya nih ? Maaf ya... Udah 2 minggu aku gak posting. Maklum lah, ada kesibukan yang harus aku selesaikan dan gak bisa ditunda. Ditambah lagi udah numpuk banget, duhh 😣. Temen-temen pada sibuk apa nih saat ini ? Aku harap kesibukan temen-temen enggak membuat temen-temen untuk jaga terus kesehatan dan istirahat yang cukup ya... Percuma banget kalo kita sibuk bekerja atau melakukan sesuatu sampai lupa untuk menjaga kesehatan dan kurang istirahat. Ditambah lagi saat ini Covid-19 lagi ada varian terbarunya. Buset dah, kaya minuman aja ada varian-variannya. Jadi tetep jaga kesehatan temen-temen ya...

Oke... Ba bi bu be bo nya segitu aja. Kali ini buku apa lagi yang bakalan di review. Buku kali ini yang bakalan aku review adalah salah satu buku tentang self improvement. Nah, buku ini bagus banget nih buat temen-temen yang suka ngerasa overthinking, lelah dengan hidup ini, insecure, dan yang paling ngena itu yaitu SUKA PURA-PURA BAHAGIA padahal mah dalemnya lagi berantem ato lagi gak karuan. Apalagi kalo bukan buku karya Munita Yeni yang berjudul "Baca Buku Ini Saat Engkau Sedang Lelah". Buku ini masuk ke dalam jajaran buku Best Seller Nasional loh.... Dan aku akui buku ini bagus dan membantu untuk diri aku sendiri secara pribadi loh 😁. Gimana sih pemampakan bukunya ? Ini dia penampakannya 
Source by Naomi's Galery

Dari covernya itu bagus banget. Aku suka. Di dominasi dengan warna putih dan ilustrasi yang aesthetic. Di kursi yang ada di cover itu juga tertulis "Sesungguhnya Berpura-pura Bahagia Itu Melelahkan". Nah, sperti yang aku bilang tadi, cocok banget dibaca sama orang yang suka berpura-pura nih 😁✌🏻. Menurut aku, cover dari bukunya mengambarkan sebuah kesendirian, alias merenung untuk diri sendiri. Yang aku maksud adalah intropeksi dan evaluasi diri. Dilihat dari ilustrasinya yang menggambarkan sebuah meja, kursi, serta beberapa hiasan meja yang bagus serta suasana yang cozy banget digunakan untuk menuangkan isi hati dan keluh kesah dari diri sendiri baik melalui tulisan, gambar, atau kreasi lainnya yang mengekspresikan suasana hati yang sedang dialami. 

Buku ini mirip dengan buku "Kamu Terlalu Banyak Bercanda" karya Marchella FP yang pernah aku review sebelumnya (Untuk yang penasaran dengan reviewnya boleh di cek setelah ini ya 😁). Persamaannya adalah sama-sama buku yang merujuk tentang pengembangan diri ke arah yang lebih baik, baik itu dari segi perilaku, kebiasaan, hingga mental. Sedangkan perbedaannya adalah sudut pandang. Jika dalam buku "Kamu Terlalu Banyak Bercanda" karya Marchella FP mengambil sudut pandang dari seorang tokoh yang bernama Awan. Namun dalam buku ini lebih kepada mengajak kita para pembaca, memotivasi pembaca, serta mengedukasi pembaca untuk hidup dan berkembang ke arah yang lebih baik. Buku ini cocok dibaca oleh seluruh kalangan baik itu para remaja hingga dewasa, perempuan atau laki-laki. Buku ini diterbitkan oleh penerbit Psikologi Corner di Yogyakarta tahun 2018 dengan nomor ISBN 978-602-5907-78-4. Buku karya Munita Yeni ini banyak digandrungi oleh para pembaca di seluruh indonesia terutama adalah kaum anak muda. Makanya tak heran jika buku ini berada dalam salah sath buku jajaran Best Seller Nasional. Buku ini memiliki 2 versi yakni buku versi hardcover dan softcover. Isinya sama saja yang membedakan adalah jenis dari covernya. Tampilan dari covernya pun sama. Yang aku miliki ini jenis nya softcover. Temen-temen bisa beli buku ini di toko-toko buku yang ada di kota masing-masing ya.. Dan ingat untuk membeli buku original nya, jangan yang palsu. Mari kita support para penulis kesayangan kita dengan membeli buku original nya. Disamping itu buku originalnya memiliki kualitas yang sangat bagus. Oke.. kita udah selesai ngomongin covernya, sekarang kita lihat sinopsisnya ya...
Source by Naomi's Galery

Ini dia tampilan belakang bukunya. Masih bernuansa putih bersih dengan tulisan tentang isi dari buku nya dan pesan dari si penulis untuk para pembaca yakni 

"Aku ingin terus bisa hidup dengan penuh kesadaran, untuk diriku sendiri, jangan pernah kalian meninggalkanku, membenciku, atau ingin membunuhku. Aku sangat membutuhkanmu. Mari kita hidup dengan saling mencintai mulai saat ini". 

Berikut adalah pesan dari penulis untuk para pembaca yang membeli buku ini. Udah kebayang belum kira-kira apa makna yang dimaksudkan oleh penulisnya ? Boleh tulis di kolom komentar ya, aku beneran ingin tau pendapat kalian. Selain pesan yang disampaikan oleh penulis. Di bagian bawah pesan tersebut terdapat sinopsis dari buku "Baca Buku Ini Saat Engkau Lelah".

"Terkadang kita terlalu sibuk mencintai ini dan itu bahkan sampai kita lupa untuk mencintai diri sendiri, dan itu sungguh melelahkan. Mengapa manusia mulai lupa bagaimana cara untuk mencintai dirinya sendiri ? Bukankah sangat melelahkan ketika kalian ditinggalkan seseorang ? Jika diri kalian sendiri yang meninggalkan dirimu, betapa sunyinya ?

.........

Belajar menerima, menyayangi, dan mencintai diri kita sendiri dengan anggun, sehingga lelah pun iri melihat romantisnya kita dengan diri kita sendiri."

Gimana, kira-kira temen-temen udah dapet belum kemana arah buku ini akan membawa kita ? Untuk lebih detailnya kita akan melihat isi di dalamnya. 
Source by Naomi's Galery

Beginilah penampakan dari halaman pertama setelah cover. Sama dengan tulisan yang ada di covernya ya. dan berikutnya aku akan memperlihatkan daftar isinya 
Source by Naomi's Galery

Di dalam daftar isinya terdapat beberapa 5 bab yang membahas topik-topik seputar dengan pengembangan diri. Mulai dari hidup di planet lain, aku ideal, siapa yang salah hingga dengan cara melepas lelah. Topik yang sangat menarik untuk dibahas ya. Masing-masing dari bab ini sangat menampar untuk aku secara pribadi. Dari membaca buku ini aku jadi paham tentang hal-hal yang selama ini kita lakukan tanpa kita sadari yang membuat kita nyaman namun sebenarnya itu sangat tidak baik untuk kita. Aku membeli buku ini karena pada saat itu aku sedang stress dan overthinking. Aku melihat buku ini saat aku membeli buku yang berjudul "Baca Buku Ini Saat Engkau Sedang Patah Hati". Next time aku review ya bukunya. Aku yang pada saat itu sangat nyaman melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak baik dan bahkan membuat kualitas diri aku semakin menurun. Aku juga membeli buku ini karena aku sangat ingin berproses ke kualitas diri yang lebih baik lagi. Topik yang aku suka dari sekian bab itu adalah topik tentang "Hidup di Planet Lain dan Aku Ideal". Topik tersebut sangat menyadarkan aku secara pribadi yang selama ini aku termasuk seseorang yang tidak mencintai diri sendiri dan sibuk mencintai hal-hal diluar diriku. Topik mengenai "Hidup di Planet Lain" itu topik yang membahas mengapa kita harus berhalu-halu ria kalau memang bukan itu kenyataanya dan topik tentang "Aku Ideal" itu membahas tentang sebagimana rupa diri kita yang kita inginkan yang berujung kepada kondisi mental diri kita yang menjadi tidak baik. Segitu aja spoilernya ya aku gak mau spoiler lebih banyak lagi (Biar makin penasaran gitu). Puji Tuhan aku bersyukur setelah baca buku ini aku menjadi menyadari banyak hal tentang diri sendiri, mulai dari kelebihan dan kekurangan hingga bagaimana aku bisa menghargai semua hal yang ada pada diri aku sendiri. Cukup bermanfaat dan aku SANGAT RECOMEND buat kalian semua baik yang sedang bergejolak dengan diri sendiri maupun yang secara mental dan jasmani sehat-sehat aja. Buku ini juga memberikan banyak pengetahuan baru untuk kita seperti apa yang akan terjadi jika kita tidak menghargai diri kita sendiri, membenci diri kita, menuntut lebih kepada diri kita, bersikap egois, dll. Semua hal tersebut dikemas dengan bahasa yang ringan dan sangat mudah di pahami dan gaya bahasa yang digunakan milenials sekali ditambah dengan beberapa ilustrasi cerita nyata (didapatkan dari sumber buku karya ilmiah seorang ahli) yang digunakan sebagai contoh yang memudahkan kita untuk mengerti tentang apa yang ingin disampaikan oleh penulis. Buku ini juga menambahkan sebuah gambar-gambar ilustrasi hitam putih yang membuat bacaan terkesan santai dan tidak serius. 
Source by Naomi's Galery

Seperti gambar diatas contohnya. Ilustrasi yang menarik menggambarkan dari gejolak dalam diri yang sedang dialami. Oiya, aku sampe lupa bahas hal yang paling penting nih, yaitu harga hahaha... Harga buku ini Rp. 55.500. Cukup murah bukan ? Menurut aku pribadi, buku dengan isi yang sangat membangun ini ditambah dengan pembawaannya yang sangat menarik cukup murah dengan harga tersebut. Aku pun sempat kaget dengan harganya 😂. Untuk kekurangan dari bukunya sendiri adalah tidak adanya pembatas buku 😭 jadi aku harus menggunakan pembatas buku lain untuk memberikan tanda sampai mana aku membacanya. Dan untuk beberapa kalangan mungkin buku ini dalam pembawaannya dalam menjelaskan sesuatu itu agak bertele-tele, namun hal tersebut tidak menutupi dari apa maksud dan tujuan dari hal yang ingin disampaikan hanya saja penjelasannya terlalu bertele-tele untuk sebagian orang. Aku kasi rating 8,5/10 deh untuk buku ini. Nah sekarang aku kasi tau ke temen-temen bagian mana dari buku ini yang aku suka "Aku terbuai dengan pikiranku sendiri, sampai-sampai aku merasa baik-baik saja saat teman-temanku mulai mengambil langkah mudur. Aku merasa baik-baik saja karena aku punya kehidupan lain". Hm... ada yang paham gak tuh ? kalimat itu merupakan penggalan dari suatu paragraf yang menjelaskan tentang kehidupan di planet lain. Oh iya, saking sukanya aku dengan kalimat-kalimat yang terdapat di dalamnya, aku suka mengambil sepenggal-sepenggal kalimat buat di jadiin caption di instagram 😂. Lagi-lagi yang bagus di jadiin caption di instagram ya Hahahaha.... 

Mengenai penulisnya, tidak mencantumkam secara jelas mengenai identitas dan karya-karyanya. Di dalam bukunya tercantumkan sekilas info tentang penulis. Hal yang dicantumkan adalah Munita Yeni lahir di Bantul. Merupakan anak terakhir dari dua bersaudara. Seorang penikmat kopi hitam dan penyuka game. Selain informasi tersebut dicantumkanlah jenjang pendidikan dari si penulis dan kegiatan-kegiatan yang si penulis lakukan di masa sekolahnya. Untuk foto dan sosial medianya, aku tidak yakin. Karena sosial media yang aku ketehui hanya instagramnya. Temen-temen boleh cek di @munitayeni. Oke deh.. segitu aja dulu ya review kali ini. Untuk temen-temen ada masukan buat aku boleh tulis di kolom komentar ya. Dan bagi yang tau informasi tambahan mengenai si penulis ini boleh tulis di kolom komentar juga ya, aku beneran pengen tau 😁. 

Kalau temen-temen mau keep in touch sama aku boleh follow Instagram aku @thisvivi_

Sampai Ketemu di Konten Review Selanjutnya Temen-Temen... Bye 🙋 








 

 

Minggu, 05 September 2021

[Book Review] "Kamu Terlalu Banyak Bercanda" by Marchella FP. Kamu yang Sedang Berproses

Source : @little_daisy18 (instagram)

Hai... Para pecinta buku. Apa kabarnya nih di masa pandemi ini ? Ada yang masih betah dirumah gak ? Kalo aku sih udah mulai meronta-ronta ya, kepengen banget buat keluar rumah jalan-jalan lagi kaya dulu sebelum ada pandemi 😓. Semoga temen-temen masih pada betah dirumah ya.. Mengingat kasus Covid-19 sekarang lagi meningkat nih... Stay at home and Stay Safe ya... 

Okey.... di postingan kedua kali ini kita bakalan bahas buku apalagi nih ? Kita bahas bukunya Marchella FP aja ya... Siapa siapa sih Marchella FP ? Okey aku bakalan tunjukin sama kalian salah satu poster :

Source Instagram @NKCTHI

Ada yang tau gak sama film ini ? Yap.. film "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini". Ada yang udah nonton film ini gak yang mengisahkan tokoh "Awan" ? Buat yang udah nonton boleh kasi tau aku di kolom komentar ya 😆. Nah film ini diadaptasi dari buku karya Marchella FP yang berjudul "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini". 
Source Instagram @NKCTHI

Yapp Marchella FP merupakan penulis buku dari "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini". Temen-temen udah pernah baca buku ini gak ? Kalau udah pernah boleh berbagi kesan-kesannya dong di kolom komentar, aku juga ingin tau pendapat temen-temen. Seperti yang udah aku bilang sebelumnya kita gak akan bahas tentang buku karya Marchella FP yang ini. Tapi kita akan membahas buku karya Marchella FP yang berjudul "Kamu Terlalu Banyak Bercanda". Buku ini merupakan kisah lanjutan dari buku "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini" yang dimana buku "Kamu Terlalu Banyak Bercanda" mengisahkan sisi gelap dari si tokoh utama ini, yaitu "Awan". Oke gak usah banyak basa-basi kita akan bahas buku ini dari tampilan bukunya secara keseluruhan dulu ya.
Source by Naomi's Galery

Jadi, secara keseluruhan cover dari bukunya itu berjenis hard cover ya, yang dimana covernya itu kalau di raba terasa kasar (yang asli). Menurut aku cover dari buku ini menggunakan kertas canvas deh. Soalnya kalau di raba dan di lihat lebih detail itu seperti canvas. Menarik sih ya buat aku soalnya jarang-jarang aku menemukan buku yang tekstur dari covernya seperti ini. Dan seperti yang temen-temen lihat kalau buku ini mempunyai kertas warna orange yang tampak seperti segel (naruto kali punya segel 😂). Seperti yang aku bilang tadi kalau buku ini menceritakan sisi gelap dari si tokoh "Awan", why aku bisa tau ? Karena di kertas orange ini tertulis 
Source by Naomi's Galery

Buku "Kamu Terlalu Banyak Bercanda"
tentang gelap untuk terangnya 
"Nanti Kita Cerita Tengtang Hari Ini"

Yappp... itu aja informasi atau aku rasa itu adalah sinopsis dari buku "Kamu Terlalu Banyak Bercanda" ini. Karena di bagian belakang buku ini tidak dituliskan sinopsis atau informasi mengenai jalan cerita dari buku ini selain dari kertas orange itu. Jika segel orange itu dilepas maka tampilan buku secara keseluruhannya menjadi seperti ini
Source by Naomi's Galery

Bagus banget gak si setelah kertas orange nya di lepas. Ilustrasinya nenangin banget. Ada rumah di tengah-tengah salju yang menurut aku menggambarkan tedapat suatu kehidupan di tengah-tengah kondisi yang sangat dingin. yang dimana kondisi dingin ini aku ibaratkan sebagai kehidupan kita yang sangat keras dan tidak adil. Dari judulnya sendiri waktu aku pertama kali melihat. Aku menerka-nerka maksud dari judulnya sebelum aku membuka dan mulai membaca isi bukunya. Menurut aku, judulnya ini menunjukkan bahwa kalimat "Kamu Terlalu Banyak Bercanda" itu seperti kalimat cemoohan yang dilontarkan seseorang ketika kita sedang mengalami atau menghadapi sesuatu permasalahan dalam hidup baik dari diri sendiri atau orang lain. Seperti kita di ejek kalau kita itu terlalu banyak bermain-main. 

Sebelum kita mengulik lebih dalam mengenai buku ini. Aku bakalan menjelaskan sedikit informasi tentang buku ini 😉. Buku "Kamu Terlalu Banyak Bercanda" merupakan buku kelima dari karya Marchella FP yang terbit pada tahun 2019 dengan penerbitnya PT. Kebahagiaan Itu Sederhana. Buku ini memiliki 194 halaman dengan nomor ISBN 978-623-90671-0-6. Harga dari buku ini adalah Rp. 125.000. Menurut aku buku dengan harga segini cukup mahal ya 😅. Tapi ketika melihat kualitas bukunya, isi nya, bonus yang ada di dalamnya. Aku rasa worth it dengan harga segini. So, aku tidak mempermasalahkan harganya. Tunggu... tunggu... tadi aku ada nge-mention bonus kan. Hahaha. Yap... ada bonus nya juga lho... Kalau temen-temen beli buku ini tentu saja temen-temen bakalan dapet bukunya dan surat serta stiker dari penulisnya. Surat apakah itu ? Ini dia penampakan suratnya :
Source by Naomi's Galery

Jadi kalau temen-temen udah beli bukunya hal yang paling buat aku penasaran pas buka bukuya adalah surat ini. yang di amplopnya tertulis "Untuk : Awan (2047)". Pada awalnya aku pikir surat ini merupakan surat cinta untuk para pembaca dari penulisnya. Ternyata enggak Gaisss... Surat ini merupakan bagian dari cerita dari buku "Kamu Terlalu Banyak Bercanda" lho.. Unik banget cara yang penulis lakukan dalam menyajikan ceritanya ya.. Kalau aku bisa kasi bocoran dikit, surat ini lebih cocok dibaca ketika temen-temen sudah selesai membaca ceritanya. Karena menurut aku, isi dari surat ini berisi tentang hal yang bersangkutan dengan ending dari cerita. Terlebih lagi surat ini berada di halaman paling belakang buku. Untuk isi suratnya aku gak bakal kasi tau ya temen-temen. #NoSpoiler 😂 biar kalian makin penasaran. Oh iya, seperti yang aku bilang tadi. Ada bonus stikernya kan. Ini dia tampilan stikernya :
Source Naomi's Galery

sebenernya stiker-stiker ini semua tergabung dalam satu kertas. Karena aku gemes banget sama stiker ini, jadi aku potong-potong perbagiannya biar bisa aku masukin ke tempat dimana aku biasa menyimpan stiker-stiker. Aku suka sama stikernya. Gambarnya lucu dan abstrak gitu. Walaupun aku gak begitu mengerti maksud dari gambar-gambar yang ada di stiker ini. Tapi gak apa lah ya toh juga kan lucu-lucu stikernya. Stiker-stiker ini sesuai banget dengan ilustrasi yang ada dibukunya. Cocoknya stiker-stiker ini di tempel di thumbler-thumbler deh, jadi lucu aesthetic gitu. Oh iya, untuk buku "Kamu Terlalu Banyak Bercanda" ini enggk dapet pembatas buku ya 😭 , tapi temen-temen bisa pake surat atau stikernya sebagai pembatas buku. Kan gak enak banget kalau kita harus lipat-lipat buku untuk memberi tanda sampai mana kita membaca atau halaman mana selanjutnya yang harus dibaca. Sekarang kita kupas bukunya yukk... Kalau kita udah buka segel kertas warna orange nya dan kita buka bukunya, kita akan langsung disuguhkan dengan ilustrasi awan seperti tokoh dalam buku ini yang bernama "Awan".
Source by Naomi's Galery

Kalau temen-temen lihat dari ilustrasi diatas maka terlihat 2 awan yakni awan yang cerah tertutupi oleh awan yang mendung dan hujan. Hal tersebut selaras dengan jalan ceritanya. Yang seperti aku bilang tadi kalau kisah ini mengisahkan kisah "Awan" yang mengalami gejolak kehidupan hingga tokoh "Awan" ini mencapai ketenangannya. Menurut aku, buku ini merupakan buku yang bisa dibaca sekali duduk ya. Karena di dalam buku ini terdapat tulisan-tulisan dari tokoh "Awan" dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga yakni "Aku". Disetiap halamannya terdapat tulisan yang menggambarkan suasana dan isi hati dari tokoh "Aku" ini. Tulisan-tulisan nya sangat ekspresif sehingga aku pun bingung untuk menjelaskan gejolak hidup apa yang sedang di alami oleh "Awan", namun aku mengerti perasaan dari si tokoh "Awan" ini. Disetiap tulisan yang terdapat di setiap halamannya terdapat ilustrasi abstrak yang menggekspresikan dari tulisan tersebut :
Source by Naomi's Galery 

Seperti dilihat dari salah satu spoiler diatas 😁, digambarkan kalau terdapat 2 wajah yang sejujurnya aku gak yakin apakah itu wajah laki-laki dan perempuan atau ekspresi wajah sedih dan gembira. Kalau diantara temen-temen pembaca ada yang paham dan mengerti, boleh kasi tau aku di kolom komentar ya.. 

Sekarang aku mau kasi tau pendapat aku mengenai buku ini. Buku ini merupakan buku yang sangat inspiratif bagi aku, yang dimana buku ini di dedikasikan untuk semua temen-temen pembaca yang sedang berproses menuju hal yang lebih baik lagi dalam menjalani hidup dan beraktivitas. Seperti yang sudah aku katakan tadi dimana si tokoh "Awan" mengalami gejolak emosional dalam menjalani hidup ini. Aku mau berbagi pengalaman sedikit ya temen-temen... Sebelum membeli buku ini aku sedang mengalami pergolakan emosional yang membuat aku mempertanyakan banyak hal. Ditambah lagi aku punya personal issue. Aku juga pada saat itu sedang berada di titik terbawah ku yang dimana aku kehilangan banyak hal termasuk orang yang aku cintai. Buku ini merupakan hadiah ulang tahun aku ke-22 dari seorang kakak yang mau menerima the real kondisi aku dan bahkan support aku. Aku bisa dikatakan dekat dengan kakak ini. Pada saat buku ini sudah ada di tanganku, aku sangat antusias dalam membaca nya. Karena jujur, aku sangat penasaran dengan isi dari buku ini. Apakah buku ini berisi tulisan-tulisan motivasi yang akan membuat perasaanku menjadi lebih baik, atau buku ini berisi tentang perjalanan hidup seseorang yang sangat gelap yang sedang berproses untuk menuju terangnya. Pada saat aku membaca halaman pertamanya aku menemukan sesuatu yang menarik (Spoiler lagi nih 👀)
Source by Naomi's Galery 

Seperti yang aku bilang tadi, jika di setiap halaman terdapat tulisan dan ilustrasi yang mengekspresikan tulisan tersebut seperti pada salah satu spoiler diatas ya hihihii... Kalau boleh aku tuliskan isi dari tulisan itu adalah :
"Awan, pagi ini tak secerah biasanya.
Awan penuh menampung air yang bukan inginnya.

Awan pekat menghalangi sinar tak tembus pandangnya.
Awan bergantung tak jelas landasnya"

Nah, temen-temen ada yang mengerti makna dari salah satu kutipan diatas ? Kalau ada yang mengerti, let me know yes. Boleh tulis di kolom komentar ya. Pada awalnya aku tidak mengerti maksud dari kalimat-kalimat itu. Sampai aku membaca 3 halaman berikutnya, aku menjadi paham. Kisah dari buku ini memberikan motivasi untuk para pembaca untuk mau berproses dan menerima proses menuju ke suatu hal yang namanya kedewasaan, berdamai dengan diri sendiri, menuju hal yang lebih baik, serta hal-hal baik lainnya. Motivasi-motivasi tersebut dikemas melalui cerita yang ditulis dengan tulisan-tulisan yang memiliki makna yang tersirat di dalamnya. Cerita di dalamnya sangat menggambarkan gejolak-gejolak yang sering di alami oleh orang pada umumnya dan orang-orang pada khususnya. Gejolak-gejolak yang aku maksudkan disini dimulai dari masalah pertemanan, percintaan, kepercayaan, diri sendiri, dan lain-lainnya hingga kita bisa mencapai suatu hal yang dinamakan ketenangan diri. Semuanya ditulis dengan tulisan-tulisan yang memiliki ekspresi oleh penulis. Nampaknya penulisnya sangat memahami gejolak-gejolak emosional pada manusia ya 😂. Aku yang membaca buku ini sangat terwakilkan sekali perasaannya. Karena perasaan aku sangat terwakilkan, aku jadi suka mengambil kutipan-kutipan dari buku ini untuk dijadikan caption di instagram aku. Setelah aku membaca buku ini aku merasa tidak sendiri lagi dalam menghadapi masalah dan kenyataan hidup yang sedang aku jalani. Dan tentu saja aku menjadi sangat bersyukur jika yang sedang aku alami ini masih belum seberapa dan masih dalam kategori beruntung jika dibandingkan dengan orang lain di luar sana. Mungkin di luar sana ada yang bernasib tidak seberuntung aku. Buku ini juga mengajarkan aku untuk lebih melihat ke dalam diri aku. Mengenal diri aku lebih dalam lagi dan mulai berteman dengan diri aku sendiri. Buku ini lumayan bagus untuk aku, dari segi pengemasannya yang bagus dan aesthetic dengan penulisan dan bahasa yang digunakan sangat mudah dipahami. Aku kasi nilai buku ini 8/10 ya 👏. Nah, kalau temen-temen tanya aku "Bagian mana nih dari buku ini yang Naomi suka ?". Bagian dari buku ini yang aku suka itu berada pada tulisan ini :
"Melepaskan yang jadi energi pagi.
Menyimpan yang jadi pematah hati"

Tuhh... gimana ? Ada yang tau gak kira-kira mengapa si tokoh "Aku" menuliskan hal seperti itu ? Kok sepertinya pedih banget. Apa si tokoh "Aku" sedang patah hati atau sedang...... 

Makin penasaran gak sama buku karya Marchella FP yang ini ? Temen-temen bisa beli di toko-toko buku terdekat yang ada di kota kalian atau di marketplace favorit kalian. Dan ingat ya untuk membeli buku yang original untuk Support penulisnya ya... Oiya, ngomong-ngomong penulis. Kita belum kenalan nih sama penulisnya. Seperti yang sudah aku bilang tadi kalo penulis dari buku "Kamu Terlalu Banyak Bercanda" adalah Marchella FP. Yang mana sih orangnya ? Ini nih orangnya :
Source by Instagram @MarchellaFP

Cantik banget gak si kakak satu ini. Kak Marchella ini atau yang kerap di panggil Cecel ini lahir pada tanggal 16 Februari 1990. Waduh ada yang tau gak nih zodiaknya apa ? hahaha... Kak Cecel ini udah banyak menerbitkan buku loh selain buku "Kamu Terlalu Banyak Bercanda" di tahun 2019 dan "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini" di tahun 2018. Kak Cecel ini juga menerbitkan buku dengan tema "Mesin Waktu dimulai dari generasi 90-an" di tahun 2013 dan buku yang berjudul 'Generasi 90-an Anak Kemarin Sore" di tahun 2015. Wahh... kalau di lihat-liat udah banyak juga ya karya dari kak Cecel ini. Oiya kak Cecel ini punya sosial media loh.. Siapa tau temen-temen pembaca ada yang mau follow gitu. Itung-itung kakaknya cantik banget. hihihihi. Instagram nya @MarchellaFP ya... 

Gimana ? Temen-temen udah ada yang puas belom ? 😁

Aku ingetin lagi ya, bagi yang masih penasaran boleh langsung dibeli dan dibaca atuh. Dan untuk temen-temen yang udah baca, jangan lupa ceritain pengalaman kalian ya dan kesan dan penilaian temen-temen di kolom komentar. Oh iya, seperti yang udah aku bilang tadi kalau postingan ini merupakan postingan kedua aku. Aku akan sangat terbuka untuk kritik dan saran dari temen-temen ya. Silahkan tulis di kolom komentar ya. Aku tunggu yah...

Kalau temen-temen mau keep in touch sama aku boleh follow Instagram aku @thisvivi_

Sampai Ketemu di Konten Review Selanjutnya Temen-Temen... Bye 🙋 






 






 










Review buku – Psychic Detective Yakumo (The Red Eye Knows) By Manabu Kaminaga

Source: instagram/@riikuzii Buku ini cukup unik ya, karena menceritakan sebuah kisah anak Indigo yang dia mempunyai sebuah kelainan dalam ma...