Selasa, 16 Mei 2023

Review buku โ€“ Psychic Detective Yakumo (The Red Eye Knows) By Manabu Kaminaga

Source: instagram/@riikuzii

Buku ini cukup unik ya, karena menceritakan sebuah kisah anak Indigo yang dia mempunyai sebuah kelainan dalam matanya sejak lahir yang bernama Yakumo, membuat ia dikucilkan oleh orang-orang disekitarnya bahkan ibunya sendiri. Mengenai Ayahnya, dia bahkan tidak tau siapa ayahnya. Akibat kelainan dari matanya itu yang membuat dia bisa melihat sesuatu hal yang tidak bisa dilihat oleh orang pada umumnya. Iya, dia bisa melihat hantu. Novel jepang (terjemahan) ini menurutku cukup menarik untuk dibaca. Selain pembawaannya yang ringan dan tak berbelit-beli, novel ini dapat membawa para pembaca hanyut ke dalam cerita yang dituliskan. Tak jarang aku ikut merasa tegang dan tak karuan akibat dari pembawaan alur cerita yang sanggup membawa para pembaca ikut merasakan emosional yang tergambarkan dalam alur ceritanya. Tak jarang aku merasa ikut kesal dan marah.

Alur dari cerita ini adalah alur maju, yang mana aku sangat menyukai kisah novel ringan dengan alur maju. Penulis menuliskan cerita dengan gaya bahasa yang sangat mudah dipahami oleh pembaca. Kisah Yakumo yang memiliki kelainan pada matanya membuat ia dapat membantu memecahkan kasus-kasus pembunuhan serta kematian yang terjadi di jepang. Cerita dalam bukunya terbagai menjadi 3 capter dengan 1 capter tambahan. Masing-masing dari capternya memiliki kisahnya sendiri yang bisa dikatakan langsung tamat. Jadi tiap capter memiliki cerita dengan masing-masing kasus yang harus dipecahkan. Tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita ini adalah Yakumo (tokoh utama), Haruka (seorang gadis teman Yakumo), dan Pak Geto (seorang inspektur kepolisian jepang).

Kisahnya unik, yang mana Yakumo, Haruka, dan Pak Geto berusaha memecahkan kasus kematian. Yang mana dalam setiap kasus tersebut memiliki ketegangan tersendiri yang mampu membawa pembaca untuk ikut hanyut didalamnya. Yakumo memiliki karakter yang ketus, dingin, namun memiliki pola pikir yang cerdas dan peduli. Yakumo memperlihatkan kepada pembaca bahwa ia memiliki sifat yang acuh tak acuh, namun dibalik itu ia memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap orang lain. Akibat dari kelainan mata yang dimilikinya, membuat Yakumo selalu hidup dalam cemoohan orang, rasa jijik, dan rasa kasihan. Hal itulah yang membuatnya menjauh dari kehidupan sosial. Aku suka karakter Yakumo ini karena dia bukan termasuk orang yang suka bertele-tele, logis, cerdas dan bukan karakter pria yang cool dan macho. Yakumo adalah karakter pria seperti lanyaknya orang biasa. Penulis juga menggambarkan Yakumo dengan jelas sehingga dapat memberikan gambaran kepada para pembaca kira-kira seperti apa rupa dari Yakumo jika di imajinasikan. Karakter yang tidak aku suka adalah karakter Haruka, si gadis yang menjadi teman Yakumo. Mereka berteman karena Haruka pernah meminta bantuan Yakumo untuk menyelesaikan kasus temannya yang terbaring sakit di rumah sakit. Kasus inilah yang menjadi cerita pertama sekaligus kasus pertama yang harus diselesaikan oleh Yakumo. Aku tidak suka dengan karakter dari Haruka ini sediri karena Haruka terkesan bertele-tele, banyak tanya, naif, keras kepala dan cerewet bahkan bisa aku kategorikan annoying banget. Namun, peran si Haruka inilah yang pada akhirnya paling menjelaskan alasan dari setiap tindakan yang dilakukan oleh Yakumo. Iya, akibat dari sikap Haruka yang cerewet dan banyak tanya. Tidak ada kisah romantis dalam buku ini (itulah yang aku suka, aku muak dengan kisah romansa). Selain itu, Tokoh dari Pak Geto yang merupakan seorang inspektur kepolisian tidak terlalu mencolok dalam buku ini. Pak Geto yang sering menemui Yakumo untuk membantu menyelesaikan kasusnya yang secara kebetulan setiap kasus yang sedang diselidiki oleh Pak Geto, selalu saja memiliki benang merah dengan Haruka. Aku sempat berfikir kalau hidup Haruka selalu ditimpa kesialan atau memang Haruka nya saja yang bodoh. Hahahaโ€ฆ

Overall, aku menyukai cerita novel dengan tema detektif dan supranatural ini. Selain ceritanya yang ringan, membuat kita lebih aware terhadap sekitar kita dan bagaimana kita harus menjalani hidup kita sebaik mungkin. Karena setiap kekurangan yang kita miliki pasti terdapat kelebihan serta bagaimana kita harus enjoy dengan bagaimanapun hidup kita.

Kamis, 16 Februari 2023

[Bahas Buku] Seni Mentertawakan (Beban) Hidup by @raymond.motivator Part 1


Bahas buku. kali ini aku mau membahas buku bersama para pembaca sekalian. Seperti yang diketahui, saya sangat suka sekali membaca buku. Terutama buku-buku yang memiliki judul dan topik yang menarik. Saya membuat tulisan ini dengan tujuan agar bisa berbagi ilmu dan berdiskusi dengan para pembaca sekalian. Jujur, saya sangat suka berbagi sesuatu hal yang saya tau kepada khalayak luas. Bukan karena saya ingin mendapat endorse dan terlihat sebagai seseorang yang dermawan, tetapi karena saya ingin saja membagikan hal-hal menarik ini kepada orang lain.

Okey, buku yang saat ini ingin saya bahas adalah "Seni Mentertawakan (Beban) Hidup", karya @raymon.motivator. Iya, agak absurb bukan ? Awalnya aku aku berfikir demikian. Percaya atau tidak nama penulisnya benar-benar tertera seperti itu di buku terbitannya, dan jika kita cari nama tersebut di mesin pencari maka yang muncul adalah akun instagram dari si penulis itu sendiri. Biasanya, penulis akan menulis namanya dengan sangat rapi dan jelas. Namun penulis ini menggunakan nama akun media sosialnya sendiri. Cukup menarik bukan ? Maka dari itu saya pun membeli buku ini dengan harapan kalau buku ini memberikan sedikit humor tentang hidup ini. 

Yang ingin saya bahas dari buku ini ialah Bab 1 terlebih dahulu, dengan topik "Motivasi Tentang Sukses". Okey kita bahas satu persatu. Pembahasan pertama di awal bab ini adalah apa saja kriteria sukses. Banyak dari kita mungkin berfikir jika sebuah kesuksesan adalah suatu anugrah untuk orang-orang tertentu yang memiliki kriteria ini. Nyatanya saya sedikit tercengang dengan pembahasannya yang sedikit di bumbui interupsi yang agak nyeleneh dari sang penulis. Dalam buku ini tertulis bahwasannya kesuksesan itu tidak murni dan selalu dimulai dari nol. Sebuah kesuksesan (kriteria kesuksesan) memang kita yang menentukan, bukan orang lain. Jika kita menentukan kriteria kesuksesan berdasarkan kriteria orang lain maka bukan kita yang sukses melainkan orang tersebut. Hal itu dikarenakan setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang tidak dapat disamakan oleh orang lain. Maka, entah kita yang ingin berjuang untuk sukses atau tidak itu memang bergantung kepada kita. Dalam kutipannya tertulis,

"Walaupun banyak yang berkata bahwa kesuksesan itu dimulai dari diri kita sendiri, tetapi sebenarnya kita harus berbicara realita. Ada faktor eksternal sebagai pendukung seseorang dalam meraih kesuksesan.

Misalnya, orang berkecukupan secara finansial dan memiliki modal, fasilitas, dan ilmu yang mungkin berasal dari orangtuanya. Mereka bisa dengan mudahnya menjalankan usaha mungkin dari koneksi orangtuanya. Kesimpulannya adalah tidak selalu benar-benar merintis dari nol. Bisa jadi kesuksesan bukanlah benar-benar murni dimulai dari diri kita sendiri. 

Gimana? Sudah cukup termotivasi ? Saya cukup tercengang begitu mengetahui fakta ini. Hal ini benar-benar mengubah pandangan saya terhadap kesuksesan yang benar-benar harus dimulai dari nol. Pesan yang ingin saya sampaikan dan penulis (mungkin) juga ingin sampaikan kepada para pembaca sekalian adalah, gunakanlah segala kesempatan yang datang. Gunakanlah semua hal yang sudah tersedia atau yang telah ada di depan anda. Bisa jadi berasal dari situlah kesuksesan akan datang kepada anda para pembaca sekalian. Sebab ada pepatah lama pernah berkata "Ada banyak jalan menuju Roma". Yang terpenting adalah tetap berusaha dan tekun. 

Terimakasih kepada para pembaca yang telah menyempatkan waktunya untuk membaca Bahas Buku kali ini. Saya sangat senang jika para pembaca sekalian mau meninggalkan komentarnya untuk membangun konten-konten yang sangat bermanfaat untuk orang lain. See you next time, bye ๐Ÿ‘‹

 





Sabtu, 01 Oktober 2022

[Experience] Tips & Share Masalah Jerawat (No Insecure)

Source : Pinterest

Pusing gak sih kalo wajah kita tuh sering muncul jerawat gak berhenti-berhenti. Aku juga pasti pusing parah. Udah pake skincare yang mahal dan paling up to date, eh malah jerawat gak ilang-ilang. Suka sebel tau. Nah, kalian tau gak jerawat tuh penyebabnya ada banyak loh. Dan jerawat itu bukan sebuah kutukan tau. Jerawat itu sebuah mekanisme pertahanan tubuh. Cuma emang ngasi dampak yang luar bisa berpengaruh buat kita. Apalagi kalau udah soal penampilan. Aku kasih tau deh beberapa penyebab jerawat. 

Jerawat itu bisa disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah alergi, hormon, dan kurang bersihnya kita dalam merawat tubuh. Jerawat itu bisa muncul di beberapa area kulit loh. Bisa di wajah, punggung, leher, dan dada. Dan penyebab munculnya tentu saja berbeda-beda. Bisa karena kurang bersih kita dalam merawat tubuh, hormon, ataupun alergi. Tapi kebanyakan orang selalu menafsirkan bahwa kalau hal tersebut selalu berkaitan dengan "kurang bersih dalam merawat tubuh" alias "Jorok" ๐Ÿคฃ. Sebenarnya gak gitu loh... Dalam mengobatinya pun juga harus tepat sasaran. Gak sembarang. Seperti kita sakit, tentu saja kita dikasi obat yang sesuai dengan penyakit kita agar bisa sembuh. Itu yang aku maksud sebagai "tepat sasaran". Gak lucu kan kalau kita sakit perut trus kita malah dikasi obat sakit kepala, kan gak nyambung ๐Ÿ˜‚. Aku banyak nemuin kasus-kasus dari orang lain dan orang-orang terdekatku yang suka sharing ke aku tentang masalah jerawat mereka dengan dalih "kok wajah kamu mulus banget sih ? Bagi rahasianya dong". Aku selalu bilang "astaha maemunah. Ini lagi bagus dan balance aja. Klo lagi kumat-kumatnya aku bisa jerawatan juga. Aku cuma sering merawat aja. Dan sangat aware sama hal-hal yang terjadi sama diri aku". Iya bener loh. Kita harus aware sama hal-hal yang sedang terjadi kepada diri kita. Bahkan juga yang menimpa kita. Percaya gak kalo itu adalah salah satu bentuk self love atau bentuk kepedulian kita terhadap diri kita sendiri yang paling baik terhadap diri kita. Dari hal tersebut kita jadi bisa menganalisis apa yang harus di lakukan selanjutnya untuk mencari jalan keluar. 

Source : Pinterest

Balik ke kasus jerawat. Aku selalu ngasi mereka tips yang sering aku terapkan ke diri aku dalam hal mencegah dan merawat jerawat-jerawat ini biar gak semakin parah dan bertambah banyak. Yang pertama adalah jaga kebersihan diri. Itu yang paling penting. Jangan males-males loh ya. Kan kita sendiri yang menjaga diri kita. Diri kita ini aset yang sangat berharga loh ya. Jangan di sia-sia kan agar tidak menyesal di kemudian hari. Kedua adalah rajin-rajin buat ganti seprai kasur. Aku ada pengalaman nih dengan ini. Aku pernah ada jerawat di daerah jawline aku. Hanya di daerah itu aja. Aku bingung kan. Apa yang menyebabkan aku bisa ada jerawat di daerah itu aja. Aku gamau ini jerawat makin besar dan meradang kan, akhirnya aku pakai skincare yang mengandung beberapa bahan aktif yang bagus untuk meredakan jerawat. Tpi kok gak kempes-kempes. Kalaupun kempes malah tumbuh lagi. Dari situ aku mulai evaluasi diri buat cari tau apa sih yang nyebabkan ini jerawat mucul terus. Dan ternyata seprai dari bantal dan guling aku. Ditambah aku ngeliat podcast dan short video dari dokter-dokter kulit & kecantikan nasional maupun internsional sering menyinggung hal ini. Otomatis aku langsung ngerti dong dan semuanya jadi masuk akal. Setelah aku rajin ganti seprai. Aku jadi gk pernah kena jerawat lagi. Oiya yang perlu di ingat adalah rajin-rajin juga bersihin tempat tidur kalian. Percuma kalai sering ganti seprai tapi kasur gak pernah di bersihin. Selain dari menjaga kebersihan, kita juga liat kondisi kulit kita, artinya kita juga harus merawat kulit kita. Bisa pakai skincare. Nah kalian bisa nih pake skincare yang sesuai dengan kebutuhan kita. Kan udah banyak tuh tips-tips dalam merawat kulit (terutama wajah) yang udah banyak di share. Mulai dari pakai double cleansing, moisturizer, serum, hingga sun screen. Cuma hal yang paling aku tekankan disini adalah hal yang paling penting, yakni cleansing dan moisturizing. Karena menurut aku kita harus membersihkan kulit kita dengan benar dan tidak lupa untuk menjaganya tetap lembab. Karena percuma aja kita pakai produk mahal-mahal dan udah ngelakuin banyak hal tapi kulit kita tetep kering. Nah, yang terakhir adalah makanlah buah-buahan. Udah pada tau kan kalau buah-buahan itu banyak ngasi manfaat buat tubuh kita. Nah buah-buahan juga bagus untuk kesehatan kulit. Seperti yang udah aku singgung di awal. Kalau jerawat itu timbul akibat mekanisme dari pertahanan tubuh kita. Kita juga harus membuat tubuh kita sehat. Makan-makanan yang bergizi, konsumsi buah-buahan, olahraga secara tepat, menjaga kebersihan, peduli terhadap diri sendiri. Itu akan membuat metabolisme tubuh kita menjadi baik dan tentunya akan membuat tubuh kita menjadi sehat. Tubuh kita ngasi feedback yang baik. 

Source : Pinterest

Untuk jerawat yang muncul diakibatkan oleh hormon dan alergi tentunya kita gak bisa mengatasinya sendiri dong. Dan aku pun gak bisa bestie. Kita perlu bantuan dokter. Aku pun akan menyarankan utuk pergi ke dokter. Karena hal itu memerlukan penanganan khusus dan lebih lanjut. Aku pun tidak punya pengetahuan untuk itu (aku bukan dokter soalnya ๐Ÿคฃ). Aku pernah punya kasus, waktu itu tumbuh banyak jerawat kecil-kecil di area leher. Hanya di area leher dan gk sembuh-sembuh setelah aku obatin pake skincare. Karena aku ngerasa gak beres, akhirnya aku mutusin buat pergi ke dokter. Setelah di periksa ternyata itu adalah reaksi dari alergi. Akhirnya aku dikasi beberapa obat untuk menyembuhkan alergi aku. It works, jerawat di leher aku sembuh. Pernah juga ada kasus dari temen aku cowo dari Bandung. Dia punya jerawat besar-besar dan meradang parah di selurih wajah hingga ke dada dan punggung. Udah pake skincare mahal-mahal bahkan sampe treatment mahal-mahal tetep aja gak sembuh. Sampai akhirnya aku saranin buat pergi ke dokter kulit & kecantikan yang bagus. Setelah di cek, ternyata jerawat itu disebabkan oleh hormon. Nah itu punya penanganan nya sendiri dan diawasi oleh dokter. Syukurnya dia mendapatkan penanganan yang tepat. Sehingga sekarang kondisi dari jerawatnya perlahan-lahan mereda. 

Segitu dulu deh sharing-sharing kita kali ini tentang jerawat. Boleh ceritain ke aku gak tentang pengalaman kalian tentang how to fight acne ? Aku pengen denger tentang pengalaman kalian. Nanti tulis di kolom komentar ya. Aku bakal seneng banget bacanya โ˜บ๏ธ. Kalau temen-temen mau keep in touch sama aku boleh follow Instagram aku @thisvivi_


Sampai Ketemu di Konten Selanjutnya๐Ÿ‘‹๐Ÿป


Love you all โค๏ธ

Sabtu, 10 September 2022

[Product Review] BodyLotion Scarlet By Felicia Angelista. (No Endorse)

Source : Pinterest

Hai readers, apa kabarnya nih ? Semoga sehat-sehat selalu yah.. Kali ini aku mau review produk bodycare nih. Udah lama banget aku gk review-review lagi ya sejak terakhir aku posting tentang Experience aku selama rekreasi ke Taman Festival Bali di Sanur. Kali ini aku mau review bodycare yang emang udah terkenal dan udah banyak di review juga sama para influencer-influencer diluar sana. Aku awalnya gamau pake produk ini gara-gara aku gak percaya aja sama hasilnya. Produk apa sih ? 

Source : Pinterest

Jadi produk yang mau aku bahas ini produk body lotion nya Scarlet by Felicia Evangelista. Itu loh artis/selebgram yang terkenal itu, masa gatau sih. Aku termasuk orang yang sangat telat untuk mencoba produk si Scarlet ini. Produknya loh udah lama launching dan reviewnya udah pada banyak tapi aku malah baru beli sekarang ๐Ÿ˜‚. Alasan kenapa aku gamau beli si body lotion ini karena claim dari produknya yang bisa ningkatin warna tone kulit jadi 1 tingkat lebih cerah hanya dengan pakai bodylotion ini. Itu yang buat aku gak percaya, karena untuk mencerahkan kulit itu pasti butuh proses (gak instan). Tapi ini, hanya dengan bodylotion Scarlet bisa meningkatkan warna kulit kita jadi 1 tone lebih cerah. Aku juga berfikir kalau ujung-ujungnya bakal jadi abu-abu setelah pakai produk ini. Maksud aku adalah produk ini hanya ramah untuk orang-orang yang mempunyai kulit dengan warna terang. Untuk yang punya warna kulit agak gelap rasanya akan menjadi abu-abu. Why aku bisa berkata demikian ? Karena aku dulu suka pakai produk-produk lotion badan yang bisa mutihin kulit. Tapi gak sesuai dengan review-review yang beredar, kulit aku setelah pakai malah jadi abu-abu. Untuk yang punya warna kulit terang mah cocok-cocok aja. Maka dari itu aku gak percaya kalau produk ini bisa naikin tone warna kulit 1 tingkat lebih cerah. 

Terus sekarang kenapa bisa beli sih mbak Naomi ? Ya alasannya karena ada wangi dari bodylotion ini beda dari yang lain. Wanginya enak-enak dan bahkan ada yang seperti wangi parfum Bacarat. Jadi aku memutuskan untuk beli karena aku pikir akan lebih hemat kalau aku beli bodylotion yang wanginya enak kaya gini, jadi aku gak perlu pakai parfum lagi. Akhirnya aku beli lah bodylotion Scarlet ini yang varian "Jolly". Varian ini aku denger dari para influenzer diluar sana adalah yang paling enak karena wanginya kaya parfum Bacarat. Dan karena aku suka warna pink, aku suka banget sama packaging dan warna lotion nya. Warnanya pink. Sangat kiyowooo sekali. 

Source : Pinterest

Dari packagingnya bagus banget, ada safety buat pump lotion nya jadi gak bakal lumer ato tumpeh-tumpeh. Dan ada lock-unlock nya juga di pump nya jadi gak bakal lumer kalau tiba-tiba kita simpan lalu pumpnya tertindih dan bikin produk jadi lumer. Pokoknya double safety lah. Setelah aku pump produknya, asli sumpahhhh. Wanginya enak banget. Aku gak bohong. Aku ngerasa gak sia-sia uangku Rp. 62.000 untuk beli ini produk. Jadi waktu itu aku beli produk ini seharga Rp. 62.000 ditoko deket rumah aku. Aku rasa temen-temen bisa beli dengan harga yang lebih murah di toko online atau offline, tapi kebetulan ditoko deket rumah aku harganya Rp. 62.000. 

Source : Pinterest

Nah untuk kualitas produknya aku kurang suka. Aku tau sih produknya banyak mengandung zat-zat yang bagus untuk mencerahkan kulit salah satu contohnya adalah Glutation. Namun, untuk Scarlet bodylotion ini kenapa aku kurang suka karena dia ninggalin whitecast di kulit aku, lotion nya juga thick banget, gak gampang menyerap dikulit, dan untuk aku tidak membuat kulit aku lembab. Aku pikir produk ini sempurna banget untuk mencerahkan. Ternyata masih ada kekurangan juga. Sebagai contoh pengalaman aku, di tangan aku ada bulu. Nah kalau aku pake lotion Scarlet ini, produk enggk menyerap dengan baik karena ada bulu ditangan aku. Jadi kadang aku harus cukur bulu dulu agar produk menyerap dengan baik. Kalau enggak bakalan ninggalin whitecast di kulit aku. Aku juga gak sukanya kalau lotion ini tidak melembabkan kulit aku yang termasuk kering. Emang dari segi wangi dia menang loh. Bisa bersaing lah produknya. Tapi balik lagi, wanginya gak bertahan lama. Kalau di aku, wangi cuma bertahan selama 2,5 jam aja. Sisanya aku harus pake parfum lagi. Jadi aku rasa aku bisa berhemat dengan tidak membeli parfum juga tidak bisa ๐Ÿคฃ. Kalau untuk mencerahkan warna kulit 1 tingkat itu emang bener sih. Aku pakai lotion ini jadi langsung cerah 1 tingkat. Aku kaget banget kan. Tapi aku gak suka karena ada kesan thick produknya yang masih berasa ditambah kulitku jadi kering. Aku pakai lotion kan tujuannya ingin melembabkan, tapi ini malah bikin kering. Aku kasi rating 6/10 lah. Kalau ditanya "apakah aku akan repurchase lagi atau enggak ?". Jawabanku udah pasti enggak sih untuk bodylotion ini. Jadi kalau kata influencer-influencer diluar sana yang bilang produk ini melembabkan, di aku jujur enggk melembabkan. Melembabkannya di awal-awal aja. Setelah 1 jam lebih malah jadi kering (efeknya di aku). Jadi aku gak setuju dengan statement mereka. Oh iya, disclaimer ya... Aku beli review produk ini karena inisiatif aku ya sharing-sharing pengalaman aku pake produk yang lagi viral dan laris manis ini ke temen-temen semua. Aku enggak ada niat untuk menjelekkan suatu produk. Aku murni hanya ingin me-review produk Scarlet bodylotion ini dan bagaimana kesannya di aku beserta dengan efeknya. Aku juga enggak di endorse. Aku murni beli ini dengan uang aku sendiri.

Untuk temen-temen pembaca yang sudah pernah pakai produk bodylotionnya Scarlet ini, aku mau tau dong kesan-kesannya gimana selama pakai bodylotion di kolom komentar. Kalau temen-temen mau keep in touch sama aku boleh follow Instagram aku @thisvivi_

Sampai Ketemu di Konten Selanjutnya๐Ÿ‘‹๐Ÿป

Love you all โค๏ธ


Kamis, 09 Desember 2021

[Experience] Taman Festival Bali

Source by Naomi's Galery

Pernah gak para pembaca sekalian berwisata ke tempat-tempat horror nan angker ? Yang aku maksud itu bukan wisata main kerumah hantu ato wahana serem. Tapi bener-bener main ke tempat yang angker. Contohnya bekas pabrik terbengkalai, bekas hotel yang terbengkalai, lokasi yang sering terjadi penampakan, rumah bekas pembunuhan, dan lain-lainnya. Aku mau berbagi cerita nih sama para pembaca sekalian tentang pengalaman aku yang "Main-Main" di salah satu tempat terkenal angker yang ada di Bali. Tepatnya berlokasi di daerah sanur. Apalagi kalo bukan "Taman Festival Bali". 


Source Google Maps

Taman Festival Bali berlokasi di sanur. Tepatnya di Jalan Padang Galak no 3 kesiman, Sanur. Lokasi nya sangat mudah ditemukan terutama di google maps. Dengan menggunakan kata kunci Taman Festival Bali. Cuma butuh waktu sekitar 30 menit dari Bandara Ngurah Rai. Perlu di ketahui tempat ini sangat berdekatan dengan pantai sanur. Jadi pada saat kita sampai di lokasi langsung disambut dengan pantai sanur. Lokasi di sekitar Taman Festival ngeri gak ? Hohoho.. tenang, kawasan sekitar taman festival rame kok. Udah banyak pedagang makanan-makanan warung dan jajanan-jajanan enak. 

Source by Naomi's Galery

Tampilan gerbang dari Taman Festival Bali bisa aku tunjukkan melalui foto diatas. Tapi klo di liat-liat itu lokasinya di pinggir jalan ya ? Iyap, lokasinya di pinggir jalan yang udah mentok. Kalau para pembaca pergi ke lokasi ini pasti langsung nemu. Karena lokasinya mentok banget dan udah gak ada jalan lagi. Karena Taman Festival ini besar dan luas jadi mudah juga ditemukan. Gak perlu masuk gang-gang sempit. Oiya, tempatnya menuju lokasinya dapat diakses oleh kendaraan roda 2 maupun roda 4 ya. 

Baru masuk udah disambut dengan tampilan gerbang yang sangat cantik. Berhiaskan patung yang mencirikhaskan Bali yang bernuansa modern yang menunjukkan bahwa tempat ini merupakan tempat yang sangat menyenangkan (pada masanya). Sebelum bisa masuk ke dalam, kita diharuskan membayar tiket masuk sebesar Rp.10.000/orang. Cukup mahal kah menurut kalian ? Tapi tenang saja uang yang para pengunjung bayarkan itu untuk biaya peneliharaan lokasi yang mana akan masuk ke dalam kas adat. Kalau para pembaca ingin mengunjungi lokasi ini aku sarankan untuk berkunjung pada senja hari. Mengapa ? Tentu saja agar suasana makin tambah mencekam. Karena di dalam sangat gelap dan sepi ๐Ÿ‘ป. Sebenarnya kalau berkunjung pada siang hari tidak kalah menyeramkannya, hanya kurang menantang saja ๐Ÿ˜‚. Satu lagi yang bikin tambah merinding. Aku sempat membaca berita bahwa di kawasan Taman Festival pernah ditemukan mayat seseorang yang diduga sebagai korban pembunuhan yang mana mayat korban dibuang disekitar kawasan Taman Festival. Makin ngeri gak tuh ? Oh iya, tadi aku menyebut kata "pemeliharaan" ya. Apanya sih yang dipelihara dari tempat serem kaya gitu ? Jadi gini pemeliharaan yang dimaksud adalah bahan membeli banten/sesajen yang memang sudah menjadi bagian dari budaya Bali, untuk memangkas semak-semak yang menutupi jalan yang memang sudah menjadi rute perjalanan untuk para pengunjung, untuk menggaji para masyarakat lokal yang bekerja mengurus Taman Festival ini, dan masih banyak lagi.

Oke sekarang aku bakalan cerita pengalaman aku pada saat menjelajahi tempat horor ini. Pada saat aku masuk, aku disambut dengan patung ciri khas bali seperti gambar yang udah aku cantumkan.
 
Source by Naomi's Galery

Aku melihat ke sekeliling. Aku yakin dulunya ini tempat yang sangat menyenangkan. Tempat ini dibiarkan terbengkalai begitu saja oleh pemiliknya tidak ada kerusakan yang terjadi. Lantai keramik yang menyambut ku masuk juga masih tampak indah dilihat, hanya saja sudah tak terawat dan di sekelilingnya telah ditumbuhi semak-semak belukar yang tinggi. Aku pergi ke lokasi ini pada saat sore hari. Aku tidak punya nyali untuk datang di malam hari. Aku datang bersama 2 orang temanku yang notabene mereka bukan berasal dari Bali. Aku senang mereka merasa antusias ketika aku mengajak mereka untuk mengunjungi tempat ini. Dan ya... Jumlah kita GANJIL. Awalnya baik-baik saja. Tidak ada hal yang terjadi. Kami menikmatinya sambil membahas kira-kira bagaimana dulunya tempat ini dan mengapa dibiarkan terbengkalai begitu saja. 

Source by Naomi's Galery

Selama kami berjalan-jalan sembari menikmati suasana yang belum terasa apa-apa. Aku liat ada pohon beringin besar banget. Disitu juga ada pelinggih (sebutan untuk meletakkan banten/sesajen suci yang dianggap suci/keramat bagi umat Hindu di Bali). Dan di sekitarnya terdapat 2 bangunan yang masih berdiri kokoh yang kosong namun terdapat banyak coretan mural dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. 
Source by Naomi's Galery

Ketika aku memasuki bangunan-bangunan tersebut, seketika hawa menjadi dingin dan angin menjadi kencang. Padahal sebelumnya tidak ada angin yang berhembus. Tiba-tiba saja aku mulai merinding. Aku bersama kedua temanku merasa bahwa ada sesuatu yang tinggi sedang memperhatikan kami. Salah satu temanku merasa penasaran dan ingin melihat-lihat lebih jauh. Hanya saja aku mencoba untuk mengurungkan niatnya. Karena aku merasa ada hal yang tidak patut kita dekati dan datangi. Aku tidak tau, bangunan kosong tersebut dulunya digunakan sebagai apa. Dan aku kembali melihat 2 pohon beringin itu. Aku merasa tidak enak. Lalu aku dan kedua temanku melanjutkan perjalanan sambil membayangkan betapa gelapnya jika malam hari.

Selama berjalan-jalan kedua temanku masih melakukan foto ria untuk di posting di sosial media. Aku sibuk mencari informasi mengenai Taman Festival (di Google) dan detail dari setiap bangunan-bangunan yang ada di tempat ini. Aku rasa aku perlu tau lebih jauh tentang tempat ini agar tidak sekedar buta tempat. Sambil berjalan mengikuti rute setapak dan rindangnya tanaman-tanaman liar yang tinggi. Menambah suasana makin mencekam. Aku tak henti-hentinya merasa sedikit takut dalam menyusuri setiap jalannya. Sambil membaca beberapa artikel di Google mengenai tempat ini, aku sampai di sebuah tempat yang dulunya digunakan untuk mempertontonkan buaya (iyap Buaya) kepada para pengunjung di kala waktu itu. 
Source by Naomi's Galery

Tempatnya masih bagus. Dapat dilihat dari foto diatas. Aku sempat berfikir "apakah buaya nya sudah dipindahkan ? Akan sangat merepotkan bila masih ada dan hidup liar disini". Aku menyampaikan informasi yang aku dapat kepada kedua temanku. Mereka terheran-heran dan berkata kepadaku "mungkin sekarang yang ada disana hanya siluman buaya". Aku langsung menghentikan perkataan temanku yang mulai nyeleneh dan tidak sopan. Aku sangat takut bila terjadi hal-hal aneh akibat dari perkataan yang tidak sopan (seperti di film-film). Aku pun sempat foto-foto karena tempat itu merupakan spot foto yang bagus. Lagi-lagi aku merasa merinding. Walaupun aku tidak sendiri tapi lagi-lagi aku merasa kalau kita tidak sedang bertiga. Aku memberanikan diri. Kedua temanku merasa baik-baik saja seperti tidak ada rasa ketakukan sedikitpun. Namun aku tak mengerti mengapa hanya aku yang merasa takut. Mengapa di saat ini aku menjadi sensitif. Aku memang orang yang sedikit sensitif ketika ada di tempat angker. Selama aku menyusuri jalan setapak aku ngobrol dengan kedua temanku. Obrolan biasa tidak ada yang spesial. Sampai akhirnya kita berada di jalan yang mana terdapat banyak pohon tinggi dan sangat lembab basah. Perasaanku tidak enak. Jalanan itu gelap. Sinar matahari tak dapat masuk. Aku merasa ngeri tapi aku penasaran terhadap apa saja yang ada di tempat ini. Kedua temanku pun merasakan hal yang sama. Tampak aneh. Aku khawatir bahwa kita akan tersesat di dimensi lain. Namun rasanya tidak mungkin untuk kembali. Akhirnya kita menyusuri jalan gelap itu. Dan benar saja seluruh badanku merinding. Aku tak brani melihat ke sekitar. Aku benar-benar tidak menikmati perjalanan menyusurinya. Aku takut. Aku tak brani melihat kebelakang bahkan ke bawah sekalipun. Dalam hati aku baca doa. Aku yakin sesuatu yang "lain" itu pasti sedang memperhatikan atau mungkin mengikuti kita tanpa disadari. Kita tak brani berbicara. Hanya berbicara sekedarnya saja untuk memecah keheningan sambil berharap kita akan menemukan ujung dari jalan ini. Suara kresek-kresek yang ada aku positifkan kalau itu hanya sekedar tupai atau burung. Karena aku banyak sekali menemukan tupai di dahan-dahan pohon. Membuktikan bahwa tempat ini asri. Aku bingung menggambarkan betapa mencekamnya suasana pada saat itu. Pada akhirnya aku menemukan jalan keluarnya. Tanpa sadar aku berlari kecil menuju jalan itu. Yang mana aku bisa melihat sedikit sinar matahari yang mana di hari itu sudah hampir redup. Kami merasa sangat lega pada akhirnya.

Selanjutnya aku menemukan sebuah tempat bekas pertunjukan show untuk binatang. Mengapa aku tau, karena aku membacanya di internet ๐Ÿ˜‚. Tempatnya begitu lembab. Selama aku berada disana aku menelisik seluruh tempat sejauh mataku bisa memandang. Entah mengapa aku menaruh curiga pada tempat show itu. Karena sangat tidak mirip untuk tempat pertunjukan atau memang perubahan akibat terbengkalai inilah yang membuat tempat pertunjukan ini menjadi berbeda. Atau aku yang salah. Aku tidak mengerti. Aku sempat berdiskusi dengan temanku. Mreka berpendapat jika mungkin dulu ini tempat untuk kuda nil, gajah, atau buaya (mungkin). Tak paham. Di internet pun tidak dijelaskan secara pasti. Aku melanjutkan perjalananku dan bertemu sebuah jalan yang sangat bagus untuk berfoto.
Source by Naomi's Galery

Bagus bukan. Aku rasa bagus ketika kita bisa menemukan posisi foto yang tepat. Aku penasaran dengan apa yang ada di ujung jalannya. Dan yang aku temui adalah 
Source by Naomi's Galery

Iyappp.... Gedung bekas Bioskop ๐Ÿ‘๐Ÿป. Ini dia gedung yang paling mencekam dari semua bangunan-bangunan yang ada di Taman Festival Bali. Pada awalnya aku merasa biasa saja. Sampai aku mengajak kedua temanku untuk masuk. Dan aku merasa akan sangat seru. Karena aku yakin di dalam pasti sangat gelap. Dan kita hanya bertiga ๐Ÿ˜‚. Dan benar saja ternyata sangat gelap. Kami bertiga sangat antusias. Kami berlagak seperti para youtuber hantu yang sedang melakukan penelusuran. Aku menggunakan senter di handphone ku sebagai penerang. Karena di dalam sangat gelap. Aku benar-benar membayangkan bagaimana jika aku benar-benar melakukan ini di malam hari. Pasti sangat seru. Tapi jika dilihat dari tadi aku yang ketakutan sendiri ๐Ÿ˜‚. Anehnya aku tidak merasa ketakutan sama sekali. Sampai aku benar-benar sangat penasaran untuk masuk ke ruang bioskop yang mana digunakan untuk tempat memutar film. Aku membayangkan bagaimana tempat ini beroperasi di masa itu dan film apa yang kira-kira di putar. Film Marvel ? Film Suzana si ratu horor ? Atau Film Sun Go Kong ? 

Sialnya aku adalah pada saat hampir memasuki gedungnya, aku tak sengaja melihat mahkluk yang sangat jangkung. Tinggi sekali. Kurus, lengan dan kakinya sangat panjang. Aku tidak melihat wajahnya. Warnanya hitam seperti bayangan. Dan kesalnya. Mahkluk itu seperti berjalan menghampiriku. Oh aku sangat merinding. Aku sempat menelisik sebenarnya apa itu. Apakah itu bayanganku atau bukan. Aku yakin itu bukan bayangan teman-temanku karena aku pergi menjelajah sendiri sedangkan kedua temanku berada di ruangan lain yang masih satu gedung denganku. Ketika aku yakin itu bukan bayanganku, aku berteriak sambil berlari memanggil nama teman-temanku. Aku sangat ketakutan hingga saat ini. Begitu aku mengingat kejadian itu aku masih takut. Bahkan aku menuliskan postingan ini pun aku merinding. Sontak teman-temanku berlari menghampiriku. Aku merasa di ikuti. Aku merasa masih bisa melihatnya di ujung mataku. Aku memohon untuk keluar dari gedung ini. Dan temanku meng-iyakan. Aku sungguh shock dan tak bersuara. Aku diam seribu bahasa. Aku ditenangkan. Kemudian aku menceritakan kepada temanku. Mereka sedikit terkejut dan tak percaya. Tapi itulah yang terjadi. Setelah dirasa tenang kami melanjutkan perjalan kami. Tapi aku masih tetap merasa bahwa mahkluk itu masih memperhatikan kami ketika pergi dari gedung itu. Oh Tuhan aku sangat ketakutan saat itu. 

Bangunan yang aku rasa terakhir adalah sebuah gedung untuk pementasan baik itu konser ato pementasan kesenian. 
Source by Naomi's Galery

Aku terpesona dengan arsitektur bangunannya. Sangat indah dan instagramable. Aku samar-samar mendengar suara deburan ombak hingga aku sadari bahwa di belakang bangunan ini adalah pantai. Aku yakin di bangunan ini banyak pengunjung yang foto, latar belakang music video, dan lain-lain. Karena tertulis di internet bahwa bangunan inilah yang menjadi iconic dari Taman Festival ini. 
Source by Naomi's Galery

Aku pun berfoto di bangunan ini. Setelah berfoto. Entah mengapa aku ingin melihat ke sebuah ruangan kosong di dekat aku berfoto. Pada saat aku berusaha mendekat, di ujung mataku aku melihat ada hantu bungkus yang sedang berdiri memperhatikanku. Tak pikir panjang aku langsung ambil langkah seribu mendekati teman-temanku yang berada di depan pintu masuk gedung pertunjukan itu. Mereka bingung kenapa aku terlihat sangat pucat dari sebelumnya. Tapi aku tak menggubris mereka dan segera pergi.

Seperti yang aku katakan tadi. Aku pikir ini adalah bangunan terakhir. Tetapi ada 1 bangunan lagi yang tersisa. Dan aku rasa bangunan itu adalah sebuah penginapan kecil karena terdapat banyak ruang yang sepertinya dulu adalah sebuah kamar.  Tempatnya tak jauh dari bangunan iconic yang menghadap ke arah jalan. Dari situ pula aku tau klo kita udah ada di pintu masuk Taman Festival. Aku menyusuri singkat bangunan itu karena sudah tak tahan mau keluar dari tempat ini ๐Ÿ˜‚. Lagi-lagi.... Ketika aku menyusuri bangunan itu. Aku mencium bau melati. Sangat menyengat hidung. Anehnya kedua temanku tidak mencium wangi apa-apa. Disitu aku mulai ketakutan. Dan benar saja. Di tangga menuju lantai 1 aku melihat seorang perempuan berambut panjang dan berbaju putih yang tak usah aku sebut itu apa karena aku tau teman-teman pembaca pasti tau itu apa ๐Ÿ˜‚. Aku melihat dia bertubuh tidak pendek dan tidak tinggi. Dia terlihat tembus pandang. Dia tersenyum kepadaku seolah-olah mengatakan "hei, kau melihatku". Oh kali ini aku tak mampu bersuara dan bergerak. Aku takut. Dia hanya diam dan tersenyum menyeringai kepadaku. Aku keringat dingin. Sampai salah satu temanku menepuk bahu ku dan berkata "yuk udahan. Gak ada apa. Udah gelap juga". Seketika aku terhenyak dan tidak melihat perempuan itu lagi. Tanpa bersuara aku mengikuti ajakan temanku. Aku masih diam seribu bahasa. Hingga saat kita keluar dari kawasan itu, kita duduk di mobil dan saling bertukar cerita. Aku menceritakan semuanya. Mengapa aku terdiam, sangat hati-hati, dan ketakutan. Rupanya salah satu temanku merasakan hal yang sama, tpi cuma merinding saja dan merasa ada yang tidak beres. Sedangkan temanku yg satu lagi tidak merasa apa-apa padahal dia sangat ingin merasakan hal-hal ganjil. Rupanya hanya aku saja yang melihat hal-hal ekstrim disini. Sialnya aku ๐Ÿ™„. 

Seperti itulah pengalamanku yang cukup horror selama aku pergi mengunjungi tempat-tempat wisata. Tapi kali ini horror. Oh aku tak ingin mengulanginya lagi. Maaf ya untuk para pembaca jika ada kesalahan dalam penulisan dan informasi mengenai tulisan tentang Taman Festival Bali ini. Oiya, sekedar mengingatkan bahwa aku hanya berwisata di tempat ini. Aku mohon untuk tidak melakukan hal-hal aneh di tempat ini atau mencemari destinasi wisata ini. Mari saling menghormati dan menjaga. Sekian kisah perjalanan ini. Untuk pembaca yang sudah pernah mengunjungi tempat ini, aku mau tau kesan-kesannya bagaimana selama disana di kolom komentar. Kalau temen-temen mau keep in touch sama aku boleh follow Instagram aku @thisvivi_
Sampai Ketemu di Konten Selanjutnya ๐Ÿ‘‹๐Ÿป










Minggu, 05 Desember 2021

[Book Review] Working Women by Ita Sembiring. Ku Kira di Negeri Orang Lebih Baik

Source Google Image

Apa sih yang akan timbul dikepala para pembaca sekalian ketika mendengar kata "Buruh Pabrik" ? Pastinya lekat dengat situasi kemiskinan, upah yang kecil, demo memperjuangkan nasib, ketidak adilan, atau bahkan kesewenang-wenangan. Ditambah dengan kasus Marsinah waktu itu, yang mana ingin memperjuangkan nasib para buruh eh malah berujung kepada kematian. Pokoknya kalau sudah "Buruh" pasti jauh dari cerita bahagia dan sering dikaitkan dengan KASTA rendah. Wah... Menurutku itu sebuah kengerian bagi aku. Namun hal ini berbeda dengan Cinder Sisada. Seorang wanita asal Indonesia yang menikah dengan pria campuran Batak-Italia yang bernama Kaliaga Baliardo. Cinder yang merupakan seorang tokoh utama dari buku karya Ita Sembiring yang berjudul "Working Women". Apakah ini kisah romantis ? Oh tentu saja tidak. Bagi ku buku ini seperti sebuah buku biografi yang mengisahkan kisah seseorang dari Indonesia yang tinggal di Belanda (untuk ikut suami) yang kemudian bekerja sebagai buruh pabrik di negri Kincir Angin tersebut. 

Sebelum membahas isi buku, aku akan menjabarkan identitas dari bukunya :
Penulis : Ita Sembiring
Penerbit : Shuhuf Media Insani
No ISBN : 978-602-9831-67-2
13 x 20,5 cm + 276 halaman
Cetakan I, November 2012

Seperti yang aku bilang kalau buku ini mengisahkan kehidupan seorang Cinder Sisada yang pindah tinggal dari Indonesia ke Belanda untuk mengikuti suami yang walaupun berdarah Batak-Italia. Namun memiliki kewarganegaraan Belanda. Cinder dikisahkan dalam buku ini adalah seorang wanita Indonesia yang sangat terobsesi dengan sebuah negara Italia termasuk kisah-kisah menarik di dalamnya (salah satu contohnya ialah kisah seorang Mafia), pintar, bersikap tenang, keras, dan sabar. Sebenarnya Cinder sangat enggan pindah ke Belanda karena merasa lebih nyaman tinggal di tanah air ketimbang di negeri orang, apalagi negeri itu pernah menjajah Indonesia selama 350 tahun. Cinder yang merupakan lulusan dari Universitas Indonesia yang notabene adalah universitas tersohor di Indonesia, harus bekerja sebagai buruh pabrik alat tulis di Belanda. Hal ini dilakukan Cinder hanya semata-mata untuk mengisi kekosongan dan mencoba berbaur dengan kehidupan yang ada di Belanda. Cinder tinggal bersama Kaliaga di sebuah kota kecil bernama Zundert. Kota tersebut cukup terkenal karena merupakan kota sebagai penghasil Bunga Dahlia terbesar serta kota kelahiran dari seorang seniman terkenal bernama Vincent Van Gogh. 
Zundert, Belanda
Source Google Image

Perlu diketahui bahwa selama perjalanan aku membaca buku ini. Hal yang sangat mengagetkanku adalah "Buruh Pabrik" di Belanda sangat jauh dari kata miskin, kotor, bau, kasta rendah, upah yang sangat minim. Di Belanda kehidupan para buruh sekalipun dapat dikatakan sejahtera. Tempat bekerjanya pun sangat jauh dari kata kotor dan tidak layak. Pabrik di Belanda sangat bersih, dilengkapi musik, dan tidak berisik. Tugasnya pun hanya mengerjakan hal-hal sesuai dengan Job desk. Berbeda dengan Indonesia yang harus serba multitasking. Bahkan di perkantoran pun. Pekerjaan yang notabene bukan merupakan tanggung jawabnya pun kadang harus bisa dikerjakan. Berbeda dengan Belanda. Para pekerja hanya mengerjakan pekerjaan yang memang sudah menjadi tanggung jawabnya. Hal itu dikarenakan karena sikap orang Belanda yang disiplin dan mengerjakan sesuatu yang memang sudah menjadi ranahnya alias tidak suka ikut campur dengan pekerjaan orang lain. Perlu di ketahui dari buku yang aku baca ini bahwa pemerintah Belanda sangat menjunjung nilai tinggi sosial mereka. Namun ternyata hal ini menjadi bumerang untuk Belanda sendiri. Seperti yang dijelaskan dalam bukunya bahwa di Belanda memiliki banyak pendatang dari negara lain. Sehingga dapat dijelaskan bahwa begitu banyak keanekaragaman yang terdapat di Belanda. Mereka terbuka dengan bangsa-bangsa lain yang datang ke negeri mereka. Pemerintah pun melarang hal yang namanya "Diskriminasi Ras". Sayangnya hal inilah yang digunakan oleh para pendatang dari berbagai bangsa (walau tidak semuanya) bersikap seenaknya dan tidak mematuhi peraturan tidak tertulis maupun tertulis yang memang diterapkan di Belanda. Jika ada para pendatang yang berbuat onar atau melanggar peraturan yang notabene mereka yang benar-benar salah. Mereka bisa saja bersikap seolah-olah orang-orang Belanda mendiskriminasi mereka dikarenakan mereka adalah seorang pendatang. Hal ini memang membuat masyarakat asli Belanda sendiri geram dengan hal ini. Namun mereka lebih memilih diam karena tidak ingin di cap sebagai seseorang yang diskriminatif terhadap ras. Maksud dari pemerintah Belanda sendiri sangat baik supaya tidak saling membeda-bedakan suku dan bangsa tapi malah menjadi senjata makan tuan. Jadi banyak orang Belanda yang hanya bisa menelan ludah ketika para pendatang berbuat seenaknya di negeri mereka. Belanda memiliki regulasi yang sangat baik untuk masyarakatnya. Para pekerja sangat diperhatikan sehingga kehidupan para pekerja (hingga buruh sekalipun) hidupnya sangat sejahtera. Tak tanggung-tanggung untuk para pendatang yang tidak bisa berbahasa Belanda, pemerintah akan memberikan kursus berbahasa Belanda secara gratis. Kebanyakan para pendatang yang memang mengadu nasib di Belanda menginginkan hidup yang lebih baik dari daerah tempat mereka berasal. Namun tidak semua pendatang memiliki sikap dan karakter yang baik bukan ?
Source by Naomi's Galery

Kembali lagi ke kehidupan buruh pabrik. Dari kisah Cinder yang bekerja di buruh pabrik hingga bersahabat dengan seorang gadis Italia yang bernama Eleanor Sisilia. Eleanor Sisilia merupakan gadis yang berwatak pendiam, suka belajar, berperawakan lemah lembut, dan suka bercanda. Bekerja sebagai buruh pabrik di Belanda merupakan hal yang biasa, Kebanyakan yang bekerja di buruh pabrik hanya semata-mata untuk mengisi kekosongan waktu, mencari uang tambahan/sampingan, atau memang menjadi sebuah mata pencaharian tetap. Dalam sebuah kisahnya banyak buruh pabrik di Belanda yang jauh dari kata kotor dan kasta rendah. Dikarenakan para pekerjanya yang notabene adalah orang mampu. Berangkat kerja dengan menggunakan mobil mercedes dan mobil-mobil mewah terbaru lainnya, berpakaian necis nan modis, menggunakan parfum-parfum brand mahal, mengambil cuti untuk berliburan keliling Eropa, dan masih banyak lagi yang jauh dari kata "Kasta Rendah". Seperti yang aku jelaskan tadi bahwa kebanyakan mereka bekerja hanya untuk mencari uang tambahan, mengisi kekosongan, atau memang menjadi mata pencaharian mereka. 
Source by Naomi's Galery

Selama Cinder bekerja sebagai buruh pabrik alat tulis di Belanda. Cinder bersahabat dengan Eleanor. Mereka sepakat untuk menuliskan gosip-gosip atau hal-hal yang terjadi kepada buruh pabrik yang lainnya ke dalam sebuah buku berwarna biru yang di dinamakannya CABUL (Catatan Buruh Lepas). Buku Working Women ini lebih banyak menceritakan kisah Cinder dan Eleanor yang bekerja di pabrik alat tulis dengan segudang permasalahan dan lika-liku selama bekerja di pabrik. Dikisahkan banyak para buruh yang kebanyakan pendatang dari luar Belanda yang mengisahkan betapa menyebalkannya para buruh-buruh yang bekerja bersama Cinder dan Eleanor di pabrik tak terkecuali juga orang Belanda itu sendiri. Banyak persaingan di dalamnya, saling menjatuhkan, mengutil, hingga menjilat atasan agar diberi perpanjangan kontrak. Di Indonesia para pekerja buruh menjilat agar di naikkan upahnya. Berbeda di Belanda, mereka menjilat agar mau diperpanjang kontrak kerjanya. Mengapa demikian ? Bekerja di pabrik merupakan pekerjaan yang paling mudah bisa dikatakan karena hanya menggunakan otot saja. Tidak perlu susah-susah menyusun laporan, presentasi, hingga bekerja lembur. Cukup bekerja sesuai dengan job desk dan jam kerja. Ketika waktunya pulang ya pulang. Sangat mudah bukan ? Namun Cinder dan Eleanor sangat tidak suka dengan sikap dan karakter para pekerja buruh yang ada di pabrik tempat mereka bekerja (bahkan yang dari Indonesia sekalipun). Mereka saling menggosipkan satu sama lain, cari muka dengan para buruh tetap dan atasan, saling menjelekkan satu sama lain, mengutil barang-barang pabrik, mencuri produk-produk pabrik, korupsi waktu, dan hal-hal konyol lainnya yang tidak masuk di akal. Sangat-sangat dibutuhkan kesabaran emosional yang sangat besar jika bekerja di pabrik. Terdapat pula hal-hal yang tak terduga yang terjadi di pabrik tempat Cinder dan Eleanor bekerja. Yang aku suka adalah tertangkap basahnya para pekerja buruh yang sudah bersikap sok tau, songong dan menyebalkan. Rasanya sangat puas ketika mereka tertangkap basah. Tentunya bukan hanya itu saja yang terjadi di pabrik alat tulis itu ๐Ÿ˜‚. Namun akhir dari kisah ini sangat mengharukan yang mana mengharuskan Cinder dan Eleanor tersebut harus berpisah. Padahal mereka telah menjalin persahabatan yang begitu erat. Setelah membaca buku Working Woman ini, akhirnya aku paham apa maksud dari judul buku ini sendiri yaitu "Working Woman". 

Begitulah kisah negeri kincir angin yang notabene pernah menjajah negara kita tercinta. Aku sempat mengira bahwa negeri asing lebih baik daripada negeri kita tercinta ini. Namun setelah aku membacanya, aku rasa aku akan menarik kata-kataku kembali. Karena balik lagi, ada sisi positif dan negatifnya dari sesuatu. Buku ini menambah wawasanku terhadap sesuatu yang tidak aku ketahui sebelumnya. Dan aku sangat suka belajar atau mengetahui hal-hal baru. Terima Kasih untuk Ita Sembiring dan penerbit yang sudah menulis dan merilis buku ini. Aku sangat senang karena mendapatkan informasi baru yang belum aku ketahui sebelumnya. Dan membuatku ingin membuka mataku lebih lebar lagi tentang hal-hal apa saja tentang dunia ini yang belum aku ketahui dan tidak diajarkan saat di bangku sekolah dulu. Aku memberi rating buku ini 8/10. Mengapa ? karena buku ini sangat menarik. Ditambah dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti, bacaan yang menggambarkan sisi lain dari indahnya negeri Belanda, serta cocok dibaca untuk semua kalangan. Aku harap pembaca sekalian membaca buku yang sangat menarik dan penuh intrik ini. 

Disclaimer ya : Buku ini dan tulisan ini tidak bermaksud untuk menjelekkan seseorang atau suatu pihak ya, karena buku ini pure hanya mengisahkan sebuah kisah yang ada dan terjadi di Belanda. Serta tulisan ini hanya sekedar untuk me-review buku yang telah aku baca dan bagaimana kesanku terhadap buku ini. 

Sekian review buku kali ini. Aku harap bagi para pembaca agar meningkatkan minat baca baik untuk anda ataupun orang-orang terdekat anda. Jangan lupa untuk selalu membeli buku ORIGINAL untuk terus mensupport para penulis kesayangan kita untuk terus berkarya. Kalau temen-temen mau keep in touch sama aku boleh follow Instagram aku @thisvivi_
Sampai Ketemu di Konten Selanjutnya ๐Ÿ‘‹๐Ÿป



 

Senin, 29 November 2021

[Book Review] Baca Buku Ini Saat Engkau Patah Hati by Akata. Kau Itu Cinta Atau Hanya ....

Source : @tawaubookshop (instagram)

Holaaa.... Kembali lagi kita akan me-review buku. Setelah beberapa topik belakangan ini aku me-review produk. Sekarang aku akan me-review sebuah buku yang menurut aku sangat menarik. Mengapa menarik ? Semenjak aku membaca buku ini, pandangan aku terhadap sesuatu yang bernama "CINTA" menjadi berubah. Aku jadi sadar akan sesuatu dan mengevaluasi diri aku. Yap.. Kalian tidak salah baca. Yang mau aku bahas itu tentang "CINTA". Yang mana kebanyakan orang menganggap ini adalah sesuatu yang merepotkan. Gak salah sih mereka mempunyai sebuah pandangan demikian. Mungkin mereka memiliki sebuah pengalaman yang buruk dalam hal cinta, yang membuat mereka tidak ingin bermasalah dengan hal itu lagi. Buku yang mau aku review ini ada sangkut pautnya dengan patah hati. Yeah.. Patah Hati. Buat yang lagi patah hati, aku rasa bakalan cocok untuk membaca buku yang satu ini. Karena dalam buku ini mengajarkan kita banyak hal. Terutama mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain. 

Oke, judul bukunya "Baca Buku Ini Saat Engkau Patah Hati" karya Akata. Dari judulnya udah membuat kita skeptis, apakah buku ini membantu atau tidak khususnya untuk yang lagi galau/patah hati. Awalnya aku mengira buku ini terkesan menjadi sebuah buku tutorial bagaimana caranya move on atau sekedar buku yang berisi tentang penyemangat saja. Yang mana aku bisa baca di quotes-qoutes Pinterest. Namun nyatanya aku salah. 

Source by Naomi's Galery

Dilihat dari covernya sangat menarik. Dengan warna putih dengan tulisan kecil dibawah judulnya "Sesungguhnya Berpura-pura Tegar Itu Menyakitkan". Dari segi covernya yang berupa softcover yang didominasi oleh warna putih, membuat kesan seperti putih nan polos yang cocok dengan suasana dari judulnya. Ditambah dengan ilustrasi seorang wanita yang sedang membawa beberapa tangkai bunga. Dari covernya membawa kesan yang putih bersih yang mana siap untuk healling diri yang sedang merasa hancur hatinya. Selain itu, covernya menurut aku memberikan kesan teduh kepada para pembacanya. Ditambah lagi ketika kita sudah membaca isi dari bukunya. 

Source by Naomi's Galery

Dari sinopsisnya bertuliskan :
"Membicarakan cinta, tak akan pernah ada habisnya. Cinta selalu hadir sebagai pemanis cerita dalam setiap kisah hidup manusia. Tapi sebenarnya, apa itu cinta ?"

***
 "Cinta banyak diungkapkan namun sedikit yang memikirkannya. Banyak yang memiliki, namun sedikit yang memberi arti. Beberapa orang yang lebih memilih membicarakan cinta, dialog mereka bisa sampai ke akar-akarnya meski cinta tidak pernah selesai hanya dengan kata-kata. Dan sebagian lain lebih memilih membiarkan cinta hadir apa adanya tanpa perlu tahu dan ingin tahu apa makna yang ada di dalamnya. Sebagian orang mengikutsertakan logika ke dalam cinta mereka, dan sebagian lagi membiarkan cinta lebur dalam jiwanya.
Kalau kamu tim mana ?"

Cinta dan patah hati adalah dua hal yang tak terpisahkan, selalu hadir sepaket. Kalau kamu memutuskan memilih salah satu, maka kamu juga harus siap dengan kehadiran yang lain. Keduanya jika dituliskan, akan menghasilkan subbab-subbab: cinta dan luka, cinta dan ekspektasi, cinta dan pengkhianatan, cinta dan memaafkan; tak akan ada habisnya. 
Apakah kamu sedang mengalami salah satunya ?" 

Buku karangan Akata ini terdiri dari 296 halaman dengan nomor ISBN : 978-623-244-063-0. Buku ini diterbitkan oleh Psikologi Corner. Buku ini termasuk kategori Self Improvement. Harga bukunya menurut aku, jika dicompare dengan isinya dan segi kualitas bukunya. Dapat aku kategorikan cukup murah. Ramah dikantong. Harga dari bukunya adalah Rp. 55.500. Menurut aku, dengan harga segitu aku sudah dapet banyak benefit dari bukunya. Aku juga tidak mempermasalahkan harganya. Karena cukup murah bagiku dengan isi dan kualitas dari bukunya. 

Kalau bisa aku simpulkan ya.. Buku karya Akata ini berisi tentang pengalaman-pengalaman, pengamatan, dan kumpulan kisah-kisah nyata yang diumpamakan sebagai contoh dari sesuatu hal yang ingin dijelaskan atau disampaikan kepada para pembaca. Contoh dari kasus-kasus yang digunakan oleh Akata merupakan contoh kasus yang sangat relevan di kehidupan saat ini. Mulai dari pengkhianatan, hubungan yang toxic, perselingkuhan, dan masih banyak lainnya. Tentu saja buku ini mengajarkan kita untuk mengetahui secara pasti apa yang sebenarnya disebut dengan cinta dan bagaimana cara mengatasi patah hatinya dengan cara yang benar (alias tidak toxic, seperti yang dijabarkan oleh Akata di dalam bukuya). Aku mengatakan mengapa relevan, karena dari pengamatan yang aku lihat dari teman-teman aku dan lingkungan pergaulan aku. Aku menemukan suatu kemiripan dari segi kasus. Makanya dapat aku katakan bahwa yang dijabarkan oleh Akata termasuk relevan jika dicompare dengan kasus-kasus yang terjadi dilapangan. Penulisan, pembawaan, dan tutur bahasa yang digunakan sangat mudah dipahami oleh semua orang. Buku ini termasuk buku dengan pembahasan yang ringan namun memiliki isi yang memiliki makna. Pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh penulis (menurut aku) sangat mengetuk pintu hati yang membuat aku mengevaluasi diri sendiri tentang hal rumit yang bernama cinta. 

Dalam bukunya dijelaskan secara rinci mulai dari "Apa itu cinta, mengapa seseorang bisa jatuh cinta, ekspektasi terhadap cinta dan pasangan, macam-macam cinta, tentang porsi cinta, apakah pasangan dapat menjamin kebahagiaan, ketika ekspektasi tidak sesuai dengan realita, tidak direstui orang tua, apakah harus selalu bermuara ke pernikahan, perselingkuhan, ketika pasangan tidak memenuhi ekspektasi, ketika cinta tidak seindah seperti yang dibayangkan, patah hati, bagaimana cara bertahan dengan patah hati yang dialami, jangan pernah takut kehilangan, jangan pernah takut sendiri, memaafkan diri, tidak ada sesuatu hal yang sia-sia, dan masih banyak lagi". Seperti yang telah dijabarkan oleh daftar isi nya 

Source by Naomi's Galery

Source by Naomi's Galery

Source by Naomi's Galery

Kalo kita membeli bukunya, kita akan mendapat sebuah pembatas buku, yang mana sudah pasti akan sangat membantu untuk menandai halaman mana yang akan kita baca selanjutnya. 
Source by Naomi's Galery

Kualitas kertas pembatas bukunya sama dengan jenis kertas dari cover bukunya. Seperti digambar pembatas bukunya terdapat judul dari bukunya juga.
Source by Naomi's Galery

Bukan spoiler. Ini adalah salah satu contoh tampilan isi bukunya. Pembawaan Akata dalam menuliskan bukunya tidak hanya semata-mata seperti buku biasa yang hanya terdapat tulisan disetiap halamannya. Namun, disetiap halamannya selalu diselipkan sebuah ilustrasi seperti bunga, garis-garis, pohon kering yang mana sangat menggambarkan suatu kesedihan dari hati yang sedang sedih. Gambar-gambar tersebut seakan menjadi sebuah hiasan agar para pembaca tidak hanya melihat tulisan saja. Karena pembawaan dari bukunya santai, gambar-gambar tersebut terkesan memberi suatu hiburan tersendiri bagi para pembaca. Ditambah topik yang dibicarakan merupakan topik tentang kesedihan dan bagaimana caranya untuk bangkit. Jadi bisa aku bilang gambaran-gambaran itu memberi kesan hiasan namun sesuai dengan topik yang dibahas yang terkesan menghibur hati. Seolah-olah selaras dengan perasaan yang terdapat di setiap paragrafnya. 
Source by Naomi's Galery

Jenis kertas yang digunakan juga termasuk jenis kualitas yang bagus. Seperti buku pada umumnya, kertas berwarna coklat, kualitas dari tinta cetaknya juga bagus. Di buku ini juga membedah jenis-jenis cinta yang tentu saja sangat menarik untuk diketahui. Terutama untuk para wanita yang selalu bersembunyi di balik wajah polosnya, atau mungkin memang benar-benar polos. Pada awalnya aku sangat meremehkan buku ini. Mengingat isinya tentang cinta dan patah hati, yang mana menurut aku itu adalah hal yang sangat berlebihan untuk dibahas. Sempat aku berfikir "apakah ada yang membeli buku seperti ini ? Kalau ada, yang seperti apa mereka ?". Tapi aku tetap membelinya juga ๐Ÿ˜‚. Ketika aku mulai membaca. Aku pelan-pelan mulai paham sesuatu yang aku anggap berlebihan itu menjadi sebuah pengetahuan baru untukku. Aku benar-benar tidak bisa "MENILAI BUKU DARI COVERNYA". Aku sangat menyukainya. Dari segi pembahasan dan fakta-fakta yang di paparkan. Serasa tertampar. Mengapa demikian ? Aku jadi bisa berfikir semakin logis tentang "CINTA" yang selama ini aku bilang TAK ADA LOGIKA ๐Ÿ˜‚. Aku mendapatkan sebuah pembelajaran baru. Dan aku berterimakasih kepada penerbit dan penulis Akata karena sudah membuat dan menulis buku "Baca Buku Ini Saat Engkau Patah Hati". Untuk rating yang akan aku kasi untuk bukunya itu 8/10. Mengapa ? Karena sangat membantu para pembaca mengenai bagaimana itu cinta yang sesungguhnya. 

Sekian review buku kali ini. Aku harap bagi para pembaca agar meningkatkan minat baca baik untuk anda ataupun orang-orang terdekat anda. Jangan lupa untuk selalu membeli buku ORIGINAL untuk terus mensupport para penulis kesayangan kita untuk terus berkarya. Kalau temen-temen mau keep in touch sama aku boleh follow Instagram aku @thisvivi_
Sampai Ketemu di Konten Selanjutnya ๐Ÿ‘‹๐Ÿป














Review buku โ€“ Psychic Detective Yakumo (The Red Eye Knows) By Manabu Kaminaga

Source: instagram/@riikuzii Buku ini cukup unik ya, karena menceritakan sebuah kisah anak Indigo yang dia mempunyai sebuah kelainan dalam ma...